Berita Klungkung

SAKRAL! Tari Sang Hyang Dedari di Desa Bunga Mekar Nusa Penida Lagi Dibangkitkan, Ada Pawisik Mimpi!

Tarian Sang Hyang Dedari kembali ditarikan di Pura Paibon Dalem Tarukan di Banjar Behu, serangkaian dengan ngodakin pratima di pura paibon tersebut.

Eka Mita Suputra/Tribun Bali
Tarian Sanghyang Dedari yang kembali dibangkitkan di Banjar Behu, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (8/5/2024) lalu. 

TRIBUN-BALI.COM - Bali selalu identik dengan hal sakral dan mistis, karena hal ini berkaitan juga dengan seni dan budaya Pulau Dewata. 

Salah satunya tarian Sang Hyang Dedari. Salah satu yang mulai membangkitkan kembali tarian Sang Hyang Dedari adalah Banjar Behu, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Tarian sakral Sang Hyang Dedari tersebut nyaris punah, setelah puluhan tahun tidak ditarikan, akibat tidak adanya regenerasi.

Tarian Sang Hyang Dedari kembali ditarikan di Pura Paibon Dalem Tarukan di Banjar Behu, serangkaian dengan ngodakin pratima di pura paibon tersebut.

Akhirnya tarian sakral tersebut kembali ditarikan, setelah adanya regenerasi.

Baca juga: Tarian Sanghyang Dedari Desa Bunga Mekar Bali, Kembali Bangkit Setelah Puluhan Tahun Tidak Ditarikan

Baca juga: 5 Tari Sakral Ditampilkan dalam Rangkaian World Water Forum 2024, Bersamaan Upacara Segara Kerthi

Tarian Sanghyang Dedari yang kembali dibangkitkan di Banjar Behu, Kecamatan Nusa Penida, Rabu 8 Mei 2024 lalu - Tarian Sanghyang Dedari Desa Bunga Mekar Bali, Kembali Bangkit Setelah Puluhan Tahun Tidak Ditarikan
Tarian Sanghyang Dedari yang kembali dibangkitkan di Banjar Behu, Kecamatan Nusa Penida, Rabu 8 Mei 2024 lalu - Tarian Sanghyang Dedari Desa Bunga Mekar Bali, Kembali Bangkit Setelah Puluhan Tahun Tidak Ditarikan (Istimewa)

Seorang warga Banjar Behu, Desa Bunga Mekar, I Ketut Kusetyawan mengatakan, tarian Sang Hyang Dedari di Banjar Behu, puluhan tahun tidak ditarikan lantaran tidak ada penerus.

mengingat tarian ini harus dibawakan oleh anak-anak yang belum memasuki masa menstruasi.

"Sebelumnya ibu saya pelatih tari Sang Hyang Dedari, kakak saya juga. Tarian ini lama vakum, karena penari sebelumnya sudah beranjak dewasa, dan cukup lama belum menemukan penari yang pas," ungkap Kusetyawan, Senin (13/5/2024).

Tarian sakral ini kembali dibangkitkan, setelah sejumlah tokoh setempat seperti jro mangku bermimpi.

Hal itu dimaknai untuk membangkitkan kembali tradisi tari Sang Hyang Dedari tersebut.

Akhirnya krama sepakat untuk nyanjan (meminta petunjuk kepada ida sesuhunan).

Atas petunjuk tersebut, seluruh anak-anak di Banjar Behu dikumpulkan di pura dan dilakukan berbagai ritual.

Lalu anak-anak yang mengalami kerauhan (trance) paling pertama, diyakini ditunjuk secara niskala untuk menjadi penari Sang Hyang Dedari.

 

Tarian Sanghyang Dedari yang kembali dibangkitkan di Banjar Behu, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (8/5/2024) lalu.
Tarian Sanghyang Dedari yang kembali dibangkitkan di Banjar Behu, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (8/5/2024) lalu. (Eka Mita Suputra/Tribun Bali)

Lalu terpilihnya anak setempat, Ni Putu Ayu Ratih Noviani (10) yang duduk di bangku kelas III SD untuk mewarisi tarian sakral tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved