Berita Tabanan

Situasi TPA Mandung Saat Ini Asap Tebal Masih Mengepul, Jadi Alternatif Pembuangan Semasa WWF

Asap masih tinggi di TPA Mandung di Desa Sembung Gede, Tabanan. Meski diprediksi pada Jumat (17/5) sampah datang dari kota Denpasar selama WWF.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ni Ketut Dewi Febrayani
Tribun Bali/Ardhiangga Ismayana
Kepulan Asap - Asap masih mengepul di TPA Mandung, Kerambitan, Tabanan, Selasa (14/5). Padahal TPA Mandung akan mendapat pasokan sampah dari Denpasar selama perhelatan WWF. 

TRIBU-BALI.COM, DENPASAR - Asap masih membumbung tinggi di TPA Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Padahal diperkirakan, pada Jumat (17/5) mendatang, sampah dari kota Denpasar akan ditampung di TPA Mandung.

Seiring dengan event WWF (World Water Forum) ke-10 TPA Suwung akan ditutup, sehingga Denpasar harus membuang sampah ke TPA Mandung, Tabanan.

Pantauan di lapangan, dari salah satu perumahan di kawasan Sekolah Poltrada Bali Kerambitan, asap masih membumbung dan lebih tebal dari sebelumnya.

Baca juga: ASAP Masih Mengepul di TPA Mandung, Pembasahan Sehari 2 Kali, Padahal Alternatif Pembuangan Saat WWF

Meski demikian, asap tidak separah seperti peristiwa kebakaran sebelumnya yang terjadi.

Hembusan angin tidak terlalu keras sehingga asap tidak sampai menyelimuti kawasan perumahan yang terletak di bawah TPA Mandung tersebut.

Asap ini berada di sisi utara TPA Mandung, dimana titik api sebelumnya muncul. Alias belum sepenuhnya padam dari peristiwa kebakaran sebelumnya.

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja TPA Mandung, I Wayan Atmaja mengatakan bahwa asap memang muncul sejak sepekan terakhir.

Awalnya, pasca kebakaran Oktober lalu asap sudah sempat mereda tipis, sekarang kembali menebal.

Asalkan tidak berhembus angin kencang maka asap tidak akan nampak tebal. Lain lagi, ketika berhembus angin kencang apalagi musim kemarau. Maka sampai mengeluarkan percikan api.

Baca juga: Jelang Tampung Sampah Dari Denpasar, Asap Masih Mengepul Di TPA Mandung Tabanan

“Embusan asap muncul tergantung angin. Kalau anginnya tidak kencang asap berhembus tipis," ucapnya, Selasa (14/5).

Menurut dia, upaya yang dilakukan ialah dengan pembasahan sebanyak dua kali sehari. Terutama pada saat pagi dan sore hari.

Pembasahan melibatkan BPBD Tabanan, Pemadam Kebakaran dan petugas di UPTD. Tandon kapasitas 5.000 liter disiapkan BPBD kemudian Pemadam Kebakaran menyediakan 1 unit kendaraan Damkar.

“Saat ini sampah yang masuk ke TPA Mandung sehari mencapai 155-160 ton,” ungkapnya.

Ia menuturkan, bahwa ketersediaan lahan untuk bisa menampung sampah lagi hanya tersedia kurang lebih 22 are dari total luas TPA Mandung 2,7 hektare.

Lahan yang masih tersisa ini tidak sepenuhnya kosong, melainkan sudah ada tumpukan sampah dengan ketinggian mencapai 5 meter.

Baca juga: AHOK Temesi Tolak Perluasan TPA, Dukung Program Jadwal Sampah Pemkab Gianyar, Simak Alasannya!

Sedangkan terkait dengan persiapan TPA Mandung menerima sampah dari Kota Denpasar, jelas Atmaja, masih menunggu perintah pimpinan terkait dengan mekanismenya.

“Informasi yang kami dapat, nanti Denpasar bakal mengirim sampah selama 7 hari karena ada pelaksanaan WWF," pungkasnya. (ang)

Sampah Denpasar Datang Mulai 17 Mei

TPA Mandung akan menjadi tempat penampungan sampah saat WWF ke-10 2024 digelar di Nusa Dua, Badung.

Nantinya mulai 17 Mei akan ada penyaluran sampah dari Denpasar menuju ke Tabanan.

Perkiraan, berapa ton per hari Pemkab Tabanan belum mengetahui secara pasti.

Begitu juga soal kompensasi apa yang akan diterima oleh Tabanan, Pemkab belum mendapatkan informasi secara pasti. Pemkab Tabanan masih akan mengkoordinasikan kembali terkait hal tersebut. (ang)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved