World Water Forum 2024

ASAP Masih Mengepul di TPA Mandung, Pembasahan Sehari 2 Kali, Padahal Alternatif Pembuangan Saat WWF

Pantauan di lapangan, dari salah satu perumahan di kawasan Sekolah Poltrada Bali Kerambitan, asap masih membumbung dan lebih tebal dari sebelumnya.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Kepulan Asap - Asap masih mengepul di TPA Mandung, Kerambitan, Tabanan, Selasa (14/5). Padahal TPA Mandung akan mendapat pasokan sampah dari Denpasar selama perhelatan WWF.  

TRIBUN-BALI.COM - Asap masih membumbung tinggi di TPA Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Padahal diperkirakan, pada Jumat (17/5) mendatang, sampah dari kota Denpasar akan ditampung di TPA Mandung. Seiring dengan event WWF (World Water Forum) ke-10 TPA Suwung akan ditutup, sehingga Denpasar harus membuang sampah ke TPA Mandung, Tabanan.

Pantauan di lapangan, dari salah satu perumahan di kawasan Sekolah Poltrada Bali Kerambitan, asap masih membumbung dan lebih tebal dari sebelumnya.

Meski demikian, asap tidak separah seperti peristiwa kebakaran sebelumnya yang terjadi. Hembusan angin tidak terlalu keras sehingga asap tidak sampai menyelimuti kawasan perumahan yang terletak di bawah TPA Mandung tersebut.

Asap ini berada di sisi utara TPA Mandung, dimana titik api sebelumnya muncul. Alias belum sepenuhnya padam dari peristiwa kebakaran sebelumnya.

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja TPA Mandung, I Wayan Atmaja mengatakan bahwa asap memang muncul sejak sepekan terakhir.

Awalnya, pasca kebakaran Oktober lalu asap sudah sempat mereda tipis, sekarang kembali menebal. Asalkan tidak berhembus angin kencang maka asap tidak akan nampak tebal.

Lain lagi, ketika berhembus angin kencang apalagi musim kemarau. Maka sampai mengeluarkan percikan api.

“Embusan asap muncul tergantung angin. Kalau anginnya tidak kencang asap berhembus tipis," ucapnya, Selasa (14/5).

Baca juga: HANYA Ada Dua Cagub Jalur Perseorangan! Daftar di Pilkada DKI Jakarta dan Kalimantan Barat

Baca juga: PASCA Kecelakaan Bus di Subang, Dinas Pendidikan Klungkung Sebut Study Tour Harus Sesuai Prosedur!

Menurut dia, upaya yang dilakukan ialah dengan pembasahan sebanyak dua kali sehari. Terutama pada saat pagi dan sore hari.

Pembasahan melibatkan BPBD Tabanan, Pemadam Kebakaran dan petugas di UPTD. Tandon kapasitas 5.000 liter disiapkan BPBD kemudian Pemadam Kebakaran menyediakan 1 unit kendaraan Damkar.

“Saat ini sampah yang masuk ke TPA Mandung sehari mencapai 155-160 ton,” ungkapnya.

Ia menuturkan, bahwa ketersediaan lahan untuk bisa menampung sampah lagi hanya tersedia kurang lebih 22 are dari total luas TPA Mandung 2,7 hektare.

Lahan yang masih tersisa ini tidak sepenuhnya kosong, melainkan sudah ada tumpukan sampah dengan ketinggian mencapai 5 meter.

Sedangkan terkait dengan persiapan TPA Mandung menerima sampah dari Kota Denpasar, jelas Atmaja, masih menunggu perintah pimpinan terkait dengan mekanismenya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved