Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

KazanForum 2024

Forum Diplomat Muda di KazanForum Rusia Dihadiri 30 Orang dari 20 Negara

30 orang dari 20 negara mengikuti forum diplomat muda dalam rangka Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia – Dunia Islam: KazanForum" di Kota Kazan.

Editor: Kander Turnip
Istimewa/Kazan Forum/RIA
Ketua Dewan Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Rusia, Konstantin Kolpakov (kanan) berbicara pada forum diplomat muda dalam rangka Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia – Dunia Islam: KazanForum" yang digelar di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, 14-19 Mei 2024. 

Forum Diplomat Muda di KazanForum Rusia Dihadiri 30 Orang dari 20 Negara

TRIBUN-BALI.COM, KAZAN – Sekitar 30 orang dari 20 negara mengikuti forum diplomat muda dalam rangka Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia – Dunia Islam: KazanForum" yang digelar di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, 14-19 Mei 2024.

Ketua Dewan Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri Rusia, Konstantin Kolpakov menyebutkan, di antara delegasi yang hadir adalah berasal dari Afrika, Asia dan CIS (negara-negara bekas Uni Soviet).

Baca juga: Ini Isu Kritis Hubungan Rusia dan Negara-negara Islam, Kata Kepala Badan Investasi Tatarstan

“Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 250 orang telah mengikuti forum tersebut. Masing-masing dari mereka adalah diplomat aktif. Mereka mempengaruhi keputusan kebijakan luar negeri di negaranya. Tahun ini kami meluncurkan sekretariat Asosiasi Internasional Diplomat Muda yang berbasis di MGIMO. Ini adalah hasil nyata dari kerja kami. Hal ini berkontribusi pada pembentukan suasana persahabatan jangka panjang,” kata Kolpakov.

Topik diskusi pada forum tahun ini adalah bidang-bidang yang relevan dalam beberapa tahun mendatang, di antaranya adalah diplomasi IT dan diplomasi digital.

Baca juga: Kota Kazan di Rusia Direncanakan Jadi Ibu Kota Hoki Lapangan

Ketua Academy of Youth Diplomacy, Dilbar Sadykova menambahkan, topik diplomasi teknologi menarik minat yang besar di kalangan rekan-rekan asing.

“Kami berbicara tentang bagaimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi hubungan internasional. Bagaimana negara-negara harus bersatu atas nama pembangunan bersama, dan tidak mengganggu teknologi negara lain untuk mencapai hasil tertentu di arena internasional,” kata Sadykova.

Penasihat Pertama Kementerian Luar Negeri Republik Chad, Safia Ibrahim menyebutkan, forum ini diperlukan karena generasi muda semakin tertarik untuk berpartisipasi dalam kehidupan internasional negaranya dan mempromosikannya.

Baca juga: Malaysia Dukung Kebijakan Bebas Visa dengan Rusia, Bandingkan Wisatawan yang Datang ke Indonesia

Dia mencatat bahwa diplomat muda adalah kader masa depan.

Wakil Rektor Kebijakan Personalia di Universitas MGIMO Kementerian Luar Negeri Rusia, Vladimir Morozov mengatakan, para peserta forum tersebut sedang menguji keterampilan komunikasi dan kapasitas kontrak mereka.

Pekerjaan ini penting karena kerja nyata di kancah internasional tidak akan terlaksana tanpa partisipasi diplomat muda.

Menteri Pemuda Republik Tatarstan, Rinat Sadykov mencatat bahwa forum tersebut membantu membangun kontak, termasuk daerah.

Baca juga: Pakar TI di KazanForum Rusia Desak Pemerintah Negara Bagian Bersatu Perangi Kejahatan Dunia Maya

“Tatarstan memiliki potensi besar untuk mengembangkan hubungan ekonomi dengan negara-negara di berbagai benua. Diplomat muda dapat menjadi jembatan tambahan dalam membangun dialog positif yang baik,” kata Sadykov. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved