KazanForum 2024

KazanForum Usulkan untuk Membentuk Komite Internasional di Bidang Farmasi

CEO Perusahaan Farmasi Galenika, Salim El-Germay mengusulkan membentuk komite yang akan mempertemukan pakar industri farmasi dan perwakilan pemerintah

Editor: Kander Turnip
Istimewa/Kazan Forum/RIA
Konferensi pers pengembangan kerja sama di bidang farmasi antara Rusia dan negara-negara dunia Islam yang digelar di KazanForum di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, 16 Mei 2024. 

KazanForum Usulkan untuk Membentuk Komite Internasional di Bidang Farmasi

TRIBUN-BALI.COM, KAZAN – CEO Perusahaan Farmasi Galenika (Maroko, Afrika), Salim El-Germay mengusulkan untuk membentuk komite yang akan mempertemukan pakar industri farmasi dan perwakilan pemerintah.

Hal ini dapat memungkinkan penyelesaian berbagai permasalahan antar negara di bidang farmasi.

Usulan tersebut disampaikannya pada konferensi pers pengembangan kerja sama di bidang farmasi antara Rusia dan negara-negara dunia Islam yang digelar di KazanForum di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, 14-19 Mei 2024.

Baca juga: KazanForum Berperan Penting Perkuat Hubungan Rusia dan Negara-negara Islam, Kata Delegasi Azerbaijan

“Kita dapat meluncurkan fungsi komite semacam itu di forum ini untuk bekerja sama dan bekerja lebih baik dalam menyediakan dan meningkatkan kualitas pembuatan obat-obatan. Dan juga kami berupaya menyelaraskan standar produksi. Kita bisa melibatkan pihak berwenang agar registrasi produk bisa lebih cepat. Dan juga untuk berinteraksi dengan perusahaan farmasi negara-negara Kerjasama Islam,” kata El-Germay.

Direktur Pengembangan Internasional dan Komunikasi HimRar Group, Denis Vinokurov, mengatakan Amerika Latin, Asia Tenggara, serta negara-negara dunia Islam memiliki minat yang tinggi terhadap obat-obatan yang diproduksi di Rusia. Selain itu, ada peluang untuk berinteraksi.

“Bagi kami, negara-negara dunia Islam menarik untuk kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian. Ada negara-negara seperti Iran, Mesir, Indonesia, Arab Saudi, yang telah memiliki industri farmasi kuat yang berfokus pada pengobatan tingkat lanjut. Saya pikir kita memiliki potensi besar untuk pusat penelitian bersama,” kata Vinokurov.

Baca juga: Kunjungan Pasien dari Negara-negara Islam Meningkat di Rusia, Wisata Medis Halal Berkembang Pesat

Direktur Eksekutif Pharmasynthesis JSC, Nikita Punia mengatakan, Rusia telah mengadopsi strategi yang bertujuan substitusi impor, pengembangan obat-obatan inovatif dan ekspor produk.

Menurutnya, perusahaan harus mengembangkan obat-obatan yang inovatif agar tetap kompetitif di pasar internasional.

CEO BM Medical&Pharma, Munavar Mammadi (Turki), mengangkat isu obat halal. Dia mencatat bahwa perlu untuk memperkuat kerja sama ke arah ini.

Perusahaan menerima sertifikat halal di Turki, dibutuhkan waktu 6 bulan hingga satu tahun. Bisa didapat maksimal 3 tahun untuk batch tertentu.

Baca juga: Rute-rute Baru di Eropa Asia Percepat Pengiriman Kargo, Rusia Bangun Jalan Kecepatan Tinggi

Namun di negara lain hal ini perlu dikonfirmasi ulang. Mammadi mencatat bahwa sentralisasi diperlukan dalam arah ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved