KazanForum 2024

Kunjungan Pasien dari Negara-negara Islam Meningkat di Rusia, Wisata Medis Halal Berkembang Pesat

Lebih dari 17,5 juta pengunjung asing telah menerima layanan medis di Rusia sejak tahun 2020.Sebagian besar pasien berasal dari negara-negara OKI.

Editor: Kander Turnip
Istimewa/Kazan Forum
Lebih dari 17,5 juta pengunjung asing telah menerima layanan medis di Rusia sejak 2020. Hal itu diumumkan di acara Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia - Dunia Islam: KazanForum" 2024 yang digelar di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Jumat 17 Mei 2024. 

Kunjungan Pasien dari Negara-negara Islam Meningkat di Rusia, Wisata Medis Halal Berkembang Pesat

TRIBUN-BALI.COM, KAZAN - Lebih dari 17,5 juta pengunjung asing telah menerima layanan medis di Rusia sejak tahun 2020.

Sebagian besar pasien berasal dari negara-negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam).

Dari sejumlah negara tersebut, yang teratas adalah Uzbekistan (22 persen), Tajikistan (20 persen), Kyrgystan (5 persen), Kazakhstan (5 persen). 67,2 ribu pasien berasal dari Turki.

Baca juga: Rute-rute Baru di Eropa Asia Percepat Pengiriman Kargo, Rusia Bangun Jalan Kecepatan Tinggi

Data tersebut diumumkan di acara Forum Ekonomi Internasional XV "Rusia - Dunia Islam: KazanForum" 2024 yang digelar di Kota Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia, Jumat 17 Mei 2024.

Kepala Pusat Koordinasi Untuk Pelaksanaan Proyek Federal Pengembangan Ekspor Layanan Medis Rusia, Kirill Girin mengatakan, pariwisata medis di Rusia mulai berkembang secara aktif dengan munculnya program khusus pada tahun 2019.

Kini, orang asing dapat menerima layanan di klinik-klinik Rusia di 28 profil.

Baca juga: Hotel di Rusia Akan Beroperasi Dengan Sistem Ramah Muslim, Menuju Pariwisata Halal

Lima layanan medis teratas pada tahun 2023, yakni onkologi dan terapi radiasi (25 persen), traumatologi dan ortopedi (20 persen), bedah kardiovaskular (17 persen), oftalmologi (9 persen), bedah saraf (7 persen).

Lima wilayah teratas yang populer di kalangan wisatawan medis asing adalah Moskow dan Wilayah Moskow, Sankt Peterburg, Wilayah Novosobirsk, Wilayah Sverdlovsk, dan Republik Tatarstan.

“Selama periode terakhir, jumlah pasien dari Uzbekistan, Tajikistan, dan Kazakhstan telah meningkat," kata Direktur Jenderal Pusat Penelitian Kedokteran Radiologi Nasional Kementerian Kesehatan Rusia, Andrey Kaprin.

Baca juga: Perusahaan Rusia Memasuki Timur Tengah Secara Massal, Indonesia Pimpin Pasar Halal Global

Pelayanan bagi pasien asing di Pusat, meliputi konsultasi medis jarak jauh, dukungan visa, layanan penerjemah berbahasa Inggris, pendampingan individual, penjemputan di bandara, akomodasi di kamar-kamar kenyamanan tinggi.

"Pandemi telah mendorong perkembangan telemedisin. Saat ini, ini adalah alat yang sangat menarik yang memungkinkan konsultasi jarak jauh dalam beberapa bahasa. Dan tentu saja menarik bagi pasien," kata Andrey Kaprin.

Di Republik Tatarstan, jumlah pasien asing meningkat hampir 8 kali lipat dalam lima tahun terakhir, dan geografi negara asal pasien meningkat dua kali lipat menjadi 163 negara.

Baca juga: Kantor Berita Negara-negara Islam Semakin Dekat Dengan Rusia Kembangkan Kerja Sama

Data mengenai salah satu wilayah Rusia yang populer di kalangan wisatawan Muslim ini disampaikan oleh Wakil Kepala Dokter Rumah Sakit Klinik Republik Anak Kementerian Kesehatan Republik Tatarstan, Alla Gumerova.

Tujuan paling populer di Tatarstan untuk pasien asing adalah transplantasi, onkologi, dan bedah saraf.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved