Berita Bali
WWF ke-10, Erin McCusker Beri Perhatian Soal Sanitasi Yang Sehat, Soroti Kasus BAB Sembarangan
WWF ke 10, Erin McCusker Beri Perhatian Soal Sanitasi Yang Sehat Untuk Indonesia, Soroti Kasus BAB Sembarangan
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Hingga Maret 2024, jaringan produksi SATO mencakup enam negara, yakni India, Bangladesh, Kenya, Tanzania, Uganda, dan Nigeria.
SATO beroperasi di bawah dua model untuk memastikan produksi dan distribusi produk SATO yang efisien yakni model lisensi dan model kontrak manufaktur.
Pada model lisensi, pihaknya bekerja sama dengan bisnis yang sudah mapan yang memiliki keahlian untuk memproduksi dan mendistribusikan produk, memanfaatkan pengetahuan dan jaringan lokal.
Sedangkan pada model kontrak manufaktur, SATO melibatkan produsen spesialis dan langsung mengidentifikasi distributor serta pengecer untuk membawa produk SATO kepada konsumen.
Di seluruh pekerjaannya, Erin tidak hanya membawa semangatnya terhadap peran sektor swasta dalam membantu memecahkan tantangan global, tetapi juga ketekunan dan komitmennya dalam menciptakan nilai bagi pelanggan dan menjadi kontributor aktif di sektor tersebut.
Erin juga merupakan Chair of Toilet Board Coalition (TBC), kemitraan bisnis yang unik dengan ambisi untuk mempercepat ekonomi sanitasi.
Sebagai mantan konsultan strategi dan pemimpin proyek senior, Erin McCusker membawa pengalaman mendalam dalam pengembangan global dan peran sektor swasta dalam mempercepat kemajuan pada tantangan global.
Sebelumnya Erin bekerja dengan perusahaan sosial, filantropis, dan organisasi bilateral dan multilateral lainnya, dia terampil dalam manajemen hubungan, pengembangan dan perencanaan strategi, keterlibatan kelompok pemangku kepentingan kompleks, efektivitas organisasi dan implementasi, analisis, dan pengembangan kasus bisnis.
Erin memiliki gelar BS, Bioengineering dari FW Olin College of Engineering, MBA dari Duke University, dan sertifikat dalam Kepemimpinan Sektor Sosial.
"Pendekatan sektor swasta SATO memanfaatkan penawaran dan permintaan untuk membangun rantai pasokan yang kuat yang tidak hanya menyediakan produk sanitasi penting tetapi juga menciptakan peluang bagi pengusaha lokal," bebernya.
Dengan memproduksi barang secara lokal, SATO memastikan bahwa produk dapat diakses dan bermanfaat bagi komunitas yang paling membutuhkannya.
"Kemampuan produksi lokal ini sangat penting untuk perbaikan sanitasi yang berkelanjutan di daerah tersebut," kata dia.
Selain itu, SATO berinvestasi dalam pelatihan tukang ledeng lokal, membekali mereka dengan keterampilan untuk meningkatkan infrastruktur sanitasi dan meningkatkan kesadaran tentang manfaat sanitasi yang lebih baik.
Strategi SATO "Buat, Jual, Gunakan" memastikan bahwa komunitas menjadi bagian integral dari rantai pasokan, menciptakan lapangan kerja dan memungkinkan praktik bisnis yang berkelanjutan.
Untuk secara efektif meningkatkan permintaan untuk sanitasi yang lebih baik, SATO bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, LSM, dan pengusaha.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.