Tragedi di Jembatan Bangkung

Istirahat Dengan Tenang: Korban Kakak Beradik Ulah Pati di Badung Bali Telah Dikubur Tadi Malam

Malam tadi, dua jenazah kakak beradik yang tragisnya memilih ulah pati di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, telah dikubu

|
Istimewa
Istirahat Dengan Tenang: Korban Kakak Beradik Ulah Pati di Badung Bali Telah Dikubur Tadi Malam 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURATribunBreakingNews, Malam tadi, dua jenazah kakak beradik yang tragisnya memilih ulah pati di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali, telah dikuburkan sekitar pukul 02.00 WITA.

Keduanya, Ketut S (23) dan Putu Y (4-5), telah beristirahat dalam damai setelah dipulangkan ke rumah duka mereka di Banjar Dinas Rendetin, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Ketut S dan Putu Y adalah yatim piatu yang telah kehilangan kedua orang tua mereka beberapa tahun lalu.

Ayah mereka meninggal lima tahun yang lalu, disusul oleh ibu mereka dua tahun kemudian.

Sebagai anak sulung, Ketut S harus memikul beban berat sebagai tulang punggung keluarga, bekerja di sebuah bengkel untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Baca juga: PILU, Aksi Ulah Pati Kakak Adik di Jembatan Tukad Bangkung Badung, Konon Mereka Adalah Yatim Piatu

Baca juga: Tragedi di Jembatan Bangkung Badung Bali: Kakak dan Adiknya Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri

Kepala Dusun (Kadus) Rendetin, Made Artana, yang mengonfirmasi berita ini, menyatakan bahwa suasana duka menyelimuti saat jenazah keduanya dibawa keluar dari Puskesmas Pelaga untuk dipulangkan ke rumah duka.

“Baru saja jenazah dibawa keluar dari Puskesma Pelaga, dan sekarang mau dibawa pulang ke rumah,” katanya saat dihubungi Minggu malam.

Disebutkan, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksan dan visum.

“Dipastikan keduanya meninggal ulah pati. Pihak keluarga sudah ikhlas,” katanya.

Made Artana juga menambahkan bahwa Ketut S dan Putu Y memang berasal dari keluarga yang kurang mampu, dan mereka telah menerima bantuan sejak menjadi yatim piatu.

Selama ini, Ketut S menjadi tulang punggung keluarga.

“Dia sehari-harinya kerja di bengkel,” jelasnya.

Kepergian tragis kakak beradik ini menimbulkan keprihatinan yang mendalam bagi keluarga yang ditingalkan.

Ary Ulangun, seorang aktivis sosial asal Buleleng, membagikan berita duka ini di akun Instagramnya, menyebutkan bahwa keluarga ini terdiri dari empat saudara yatim piatu.

Kondisi ekonomi yang sulit diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong keputusan tragis ini.

"Ketut merupakan tulang punggung keluarga, sementara kakak perempuannya yang pertama dalam kondisi kesehatan yang kurang baik," ungkap Ary.

Kasi Humas Polres Badung Ipda Putu Sukarma membenarkan adanya dua warga yang meninggal di Jembatan Bangkung, namun pihaknya enggan membeberkan kronologi pasti kejadian tersebut.

Beban ekonomi yang berat membuat keluarga kesulitan membiayai pemakaman kedua jenazah ini.

Keluarga meminta bantuan masyarakat agar dapat mengumpulkan dana untuk biaya pemakaman.

Bantuan dapat disalurkan melalui Yayasan Sepuluh Ribu Mimpi di rekening BRI 475801025376530 atau melalui OVO/DANA di nomor 085942890333.

Kepergian Ketut S dan Putu Y meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga. Kisah mereka menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian sosial dan bantuan bagi mereka yang berada dalam kesulitan.

Semoga keduanya beristirahat dalam damai dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

Disclaimer:

Artikel ini tidak bermaksud mendorong tindakan bunuh diri.

Bagi pembaca yang merasakan tanda-tanda depresi dianjurkan untuk berkonsultasi kejiwaan, terutama jika pernah memiliki keinginan untuk mencoba bunuh diri, jangan ragu untuk berbagi cerita, berkonsultasi, atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit atau klinik yang menyediakan fasilitas kesehatan jiwa.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved