Berita Gianyar

JEBOL! Plafon Gypsum Balai Penyuluhan Pertanian Tampaksiring, Pegawai Was-was Bekerja

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, Selasa (10/6) menyebutkan, jebolnya plafon tersebut diketahui oleh seorang pegawai pada Senin (10/6).

ISTIMEWA
Plafon Jebol - Kondisi plafon kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tampaksiring, Gianyar, Senin (10/6) jebol. Pekerja berusaha memberikan pelayanan seperti biasa di Bawah atas kantor yang rusak. 

TRIBUN-BALI.COM - Plafon ruang perpustakaan dan konsultasi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, terakhir direnovasi pada tahun 2019.

Namun, plafon bermaterial gypsum tersebut kondisinya sudah ambruk. Beruntung saat kejadian berlangsung, tidak terdapat aktivitas di ruangan tersebut, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Informasi yang dihimpun Tribun Bali, Selasa (10/6) menyebutkan, jebolnya plafon tersebut diketahui oleh seorang pegawai pada Senin (10/6).

Saat itu, yang bersangkutan hendak masuk ke dalam ruangan, sekitar pukul 07.15 Wita. Namun dia merasa aneh, lantaran pintu ruangan sulit dibuka, seperti ada yang mengganjal.

Baca juga: TRAGIS! Paman Tewas Saat Hendak Cegah Ponakan Berniat Akhiri Hidup, Jatuh Dari Pohon 10 Meter

Baca juga: Nyoman Satria Tak Serahkan Berkas Cawabup Badung, Tetap Didaftarkan ke DPP PDIP

Ketika berhasil dibuka, rupanya pintu terganjal material plafon yang jebol. Meski demikian, para pekerja di sana tetap bekerja seperti biasa, pelayanan tetap berjalan seperti biasanya.

Koordinator BPP Tampaksiring I Wayan Sandi membenarkan perihal tersebut. Pihaknya menduga, jebolnya plafon gypsum ini terjadi pada Minggu (9/6) malam, saat tidak ada aktivitas pegawai.

"Kemungkinan jatuhnya minggu malam. Pas kosong, karena memang libur hari Minggu jadi tidak ada aktivitas," ujarnya.

Sandi membenarkan bahwa plafon tersebut terakhir kali direnovasi pada tahun 2019. Kerusakan plafon gypsum ini diduga karena materialnya tidak tepat untuk cuaca di Tampaksiring, karena memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi.

Sementara sifat gypsum tidak tahan terhadap kelembaban tinggi. Pasca plafon jebol, kata dia, saat ini di atas bagian plafon hanya tersisa kayu reng dan paku.

Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa aktivitas pegawai masih berjalan seperti biasa. "Tampaksiring daerah tinggi, sejak beberapa hari juga terus hujan.

Jadi mungkin plafonnya lembab. Saat ini aktivitas pekerja berjalan seperti biasa, gypsum yang jatuh sudah kita bersihkan," ujarnya. (weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved