Kebakaran di Bali
7 Korban Jiwa Kebakaran Gudang LPG di Jalan Kargo, Pemilik Gudang Minta Maaf, Parta Minta Usut!
Bagaimana tidak, luka bakar yang diderita cukup parah. Di mana yang meninggal dunia rata-rata luka bakar 80 persen ke atas.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Tragedi kebakaran gudang gas elpiji di Jalan Kargo menyebabkan korban jiwa berjatuhan.
Bagaimana tidak, luka bakar yang diderita cukup parah. Di mana yang meninggal dunia rata-rata luka bakar 80 persen ke atas.
Anggota DPR RI, I Nyoman Parta pun meminta kasus ini diusut tuntas. Apalagi saat ini kondisi sungguh ironi dimana terjadi kelangkaan LPG 3 Kg, sementara dikabarkan ada pengoplosan yang jelas-jelas merugikan.
Parta menduga ada puluhan titik pengoplos Liquified Petroleum Gas (LPG) atau elpiji di Bali. Hal ini disampaikannya seusai melakukan pertemuan dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DPC Bali di Jalan Kepundung, Denpasar, Selasa (11/6).
Baca juga: Jenazah Kakak Adik Korban Kebakaran LPG 3 Kg Denpasar Dalam Proses Pemulangan ke Manggarai Barat NTT
Baca juga: PILU, Kakak Beradik Asal NTT Tewas, Korban Tewas Kebakaran Gudang LPG di Denpasar Jadi 5 Orang
Tak tanggung-tanggung, jumlah dugaan pengoplos elpiji itu dikatakan mencapai 21 titik yang tersebar di Bali. Bahkan, Parta mengaku telah mengantongi sejumlah data terkait dugaan pengoplosan elpiji di Bali.
Data titik dugaan pengoplosan elpiji juga telah disampaikan Parta kepada pihak Pertamina di pusat. Kendati demikian, Parta menuturkan data yang dikantonginya tersebut perlu diverifikasi kembali kepada pihak terkait.
“Saya dapat informasi ada 21 titik tempat pengoplosan. Cuma kan harus diverifikasi. Beberapa data ada saya simpan. Saya juga sudah kirim ke Pertamina pusat,” ungkapnya kepada Tribun Bali.
Parta memandang pengoplosan elpiji ini dapat merugikan negara. Sebab, elpiji subsidi 3 kg yang seharusnya untuk masyarakat, tak dapat tersalurkan lantaran ulah para pengoplos.
Selain itu, pengoplosan elpiji dinilai Parta juga dapat merusak iklim usaha. Skenarionya, dalam usaha di bidang yang sama, namun menggunakan elpiji yang berbeda. Satu usaha menggunakan elpiji resmi Pertamina, sementara usaha lainnya menggunakan elpiji oplosan dengan harga yang terpaut cukup jauh.
“Pengoplosan ini bukan saja merugikan negara, karena subsidi tidak jatuh kepada rakyat yang membutuhkan, tetapi juga merusak iklim usaha. 1 usaha yang resmi, menggunakan gas resmi, sama-sama restoran, misalnya. Ada yang menggunakan gas tidak resmi, oplosan. Bagaimana mau bersaing. Bagaimana membuat iklim usaha yang sehat,” katanya.
Parta berharap polisi segera mengungkap kasus pengoplosan elpiji di Bali. Salah satu yang disorotnya, kejadian terbakarnya sebuah “gudang” elpiji di Jalan Cargo Taman I, Denpasar, Minggu (9/6). Pasalnya, Parta mendapati sejumlah kejanggalan dari gudang tersebut.
Seperti misalnya kerja karyawan yang terbagi dalam dua shift dan mempekerjakan belasan karyawan. Selain itu, truk pengangkut pada gudang tersebut juga tak terdapat identitas.
“Saya mohon agar pihak kepolisian membuka kasus ini karena prasyaratnya hampir terpenuhi semua. Terang benderang kok kasusnya. Tidak punya outlet. Kedua, mobil truk tidak ada tulisan. Kerjanya malam hari. Kerjanya dua shift, 18 orang. Sudah terang benderang urusannya. Tinggal polisi tangkap otak dari pengoplosan itu,” tegasnya.
Pemilik Gudang penyimpanan LPG yang terbakar, Sukojin buka suara melalui kuasa hukumnya Siswo Sumarto dan memohon maaf kepada masyarakat, atas keresahan yang ditimbulkan serta mengaku bertanggungjawab atas semua kerugian yang ditimbulkan.
| Wayan Nadi Rugi Ratusan Juta Rupiah, Ditinggal Pulkam Saat Galungan, Rumah di Denbar Ludes Terbakar! |
|
|---|
| KOBARAN Api Padam 01.30 Wita, 6 Hektar Kawasan Hutan di Banyupoh Kebakaran, Akses Sulit Dijangkau |
|
|---|
| KEBAKARAN Hutan Gunung Batur Berhasil Dipadamkan, Hanguskan Savana dan Sejumlah Tumbuhan Berkayu! |
|
|---|
| IDGW Selamatkan Neneknya yang Sakit Stroke, Rumah di Padangsambian Ludes Terbakar, Warga Panik! |
|
|---|
| Kebakaran Gedong Simpen Pura Taman Yeh Obat Penarukan, Mang Agus Lihat Pura Sangat Terang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-kakak-beradik-semasa-hidup-kedua-bersaudara-tersebut-menjadi-korban-kebakaran.jpg)