Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Hampir 800 Ribu Wisatawan Asing Sudah Membayar Pungutan Masuk ke Bali 

Hampir 800 Ribu Wisatawan Asing Sudah Membayar Pungutan Masuk ke Bali 

Tayang:
ISTIMEWA
MALUKAT - Wisatawan saat melaksanakan ritual malukat di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, beberapa waktu lalu. Selain kunjungi tempat wisata, delegasi WWF juga akan ditawari mengikuti tradisi malukat di Bali.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Hingga kini jumlah wisatawan asing yang telah membayar pungutan wisatawan sebesar Rp 150 ribu sebanyak 781.440 orang atau jika dirupiahkan  sejumlah Rp 117.216.000.000. 

Untuk memastikan pungutan wisatawan bebas tanpa hambatan, Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali bersama tim kembali bakal melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pungutan wisatawan asing (PWA) ke daya tarik wisata (DTW).

Seperti sering disampaikan bahwa setiap bulan akan dilaksanakan 2 kali pengecekan.

Baca juga: Selamat Jalan Yoga, Jadi Korban Tewas Keenam Kebakaran Gudang Elpiji di Denpasar

Dispar Bali bakal melakukan pengecekan ke wisatawan asing secara langsung yang ditemui di DTW, untuk memastikan apakah mereka telah/belum membayar PWA Rp150 ribu per orang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan ada ditemukan belum membayar, maka diarahkan langsung untuk segera melakukannya. 

Baca juga: Vespa Biru Jadi Tunggangan Terakhir, Selamat Jalan Kadek Andrian, SMA Negeri 1 Mendoyo Berduka

“Monev ini direncanakan bakal dilakukan waktu dekat ini, di daya tarik wisata yang ada di Bali. Untuk itu, Dispar Bali berharap kepada travel agent, hotel untuk menghimbau wisatawan agar selalu membawa bukti bayarnya jika melakukan perjalanan dan wisatawan juga diminta  memperlihatkan QR code yang dimiliki kepada petugas saat pengecekan,” jelas, Tjok Pemayun pada, Kamis 13 Juni 2024.

Dalam monev itu, Dispar Bali juga bakal melibatkan Pol PP Pariwisata Bali, asosiasi pariwisata dan juga pihak BPD Bali.

Ia juga menjelaskan, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai upaya untuk optimalisasi PWA ini.

Tjok Bagus mengaku, diberbagai kesempatan pihaknya melakukan komunikasi, edukasi, dan informasi terkait kebijakan PWA ini. 

Misalnya, sebut dia, saat menghadiri/undangan acara wisata, hingga memanfaatkan media sosial maupun media mainstream juga menyampaikan kebijakan PWA ini.

"Kami terus menerus melakukan sosialisasi setiap saat dan setiap ada kesempatan, saya sampaikan tentang PWA yang nantinya dipergunakan untuk pelestarian budaya dan alam Bali," tutupnya. 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved