Bisnis

CATAT! HET MinyaKita Naik Minggu Depan, Mendag Sebut Sudah Waktunya karena Dolar AS Juga Naik

Kenaikan tersebut, juga menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya, seperti beras yang saat ini sudah mengalami kenaikan harga.

KONTAN/Carolus Agus Waluyo
HET MINYAKITA - Seorang pedagang menyusun kemasan MinyaKita di tokonya di Jakarta, baru-baru ini. Mulai minggu depan, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita bakal naik menjadi Rp 15.500 per liter dari sebelumnya Rp 14.000 per liter. 

TRIBUN-BALI.COM - Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan mengatakan, harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat atau Minyakita akan naik menjadi Rp 15.500 per liter pada minggu depan.

"Sudah dibikin dan juga dibahas. Kenaikannya minggu depan," ucap Mendag di sela kegiatan Forum Sinergitas Ekspor "Strategi Hilirisasi Industri dalam Meningkatkan Ekspor Bernilai Tambah" di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/6).

Sebelumnya, harga HET Minyakita Rp 14.000 per liter dan pihaknya mengusulkan kenaikan karena sudah waktunya untuk mengikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang saat ini sudah melebihi Rp 16.000.

Hal tersebut disampaikan Mendag saat ditemui wartawan di Jakarta, pada Rabu (19/6). Selain itu, HET Minyakita yang berlaku saat ini, dinilainya sudah tidak sesuai lagi dengan biaya pokok produksi yang terus mengalami perubahan.

"Karena kan disesuaikan juga. Dulu kan rupiah Rp 14.500, sekarang sudah Rp 16.000 lebih. Nanti khawatir kalau nggak disesuaikan ekspornya jauh beda harganya. Nanti kami kurang lagi," kata Mendag.

Kenaikan tersebut, juga menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan pokok lainnya, seperti beras yang saat ini sudah mengalami kenaikan harga.

"Karena kan sekarang di pasar juga memang beras saja kan dari harga Rp 10.900 per kg (beras premium) jadi Rp 12.500 per kg. Jadi, naiknya Rp 1.600, itu harga beras," tutur Menteri Perdagangan yang akrab disapa Zulhas tersebut.

Baca juga: GAS Elpiji 3 Kg Tak Lagi Bebas Dibeli, Pemerintah Rencana Terapkan Tahun 2027!

Baca juga: KASUS Penipuan & Penggelapan Uang Arisan Ratusan Juta, Inisial YPG Jadi Tersangka Ditahan Polresta!

HET MINYAKITA - Seorang pedagang menyusun kemasan MinyaKita di tokonya di Jakarta, baru-baru ini. Mulai minggu depan, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita bakal naik menjadi Rp 15.500 per liter dari sebelumnya Rp 14.000 per liter.
HET MINYAKITA - Seorang pedagang menyusun kemasan MinyaKita di tokonya di Jakarta, baru-baru ini. Mulai minggu depan, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita bakal naik menjadi Rp 15.500 per liter dari sebelumnya Rp 14.000 per liter. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Zulhas mengatakan, pihaknya mengusulkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat atau Minyakita menjadi Rp 15.500 per liter.

Mendag saat ditemui di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya mengusulkan kenaikan HET Minyakita sebesar Rp1.500 dari harga sebelumnya Rp14.000 per liter, dengan demikian, harga minyak tersebut akan menjadi Rp15.500 per liter.

"Ini nanti kita mau rapatkan, nanti kita bicarakan dulu kalau memang sudah disepakati. Saya memang mengusulkan naiknya Rp1.500," kata Mendag, kemarin.

Meski begitu, ia menegaskan tidak ada rencana untuk mengubah aturan domestic market obligation (DMO) untuk bahan baku minyak goreng domestik.

Pada sisi lain, naiknya harga Minyakita dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.500 dinilai tetap akan lebih murah dari minyak goreng kemasan premium. "Jadi, memang sudah saatnya (harga) Minyakita naik. Kalau minyak premium lebih mahal lagi (dari harga Minyakita)," kata Zulhas.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga mengatakan kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita bukan masalah bagi produsen.

"HET naik karena harga CPO naik itu kira-kira sekarang sudah di level Rp 12.500. Nah HET itu mau naikkan ke seribu atau dua ribu saya kira masih relatif aman," ungkap Sahat saat ditemui Kontan.co.id , Kamis (6/6).

Meski begitu ia memberi catatan kepada pemerintah agar selektif dalam menunjuk kelompok masyarakat yang layak mendapatkan minyak goreng dengan harga HET.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved