MortoGP
Sejarah MotoGP: Laga Kontroversial TT Assen 2015 Marquez vs Rossi: Senggol Dikit Ngga Apalah ya
MotoGP TT Assen 2015 mencatat sejarah sebagai salah satu balapan paling mendebarkan dan kontroversial dalam sejarah MotoGP.
Penulis: I Made Wira Adnyana Prasetya | Editor: I Made Wira Adnyana Prasetya
TRIBUN-BALI.COM – MotoGP TT Assen 2015 mencatat sejarah sebagai salah satu balapan paling mendebarkan dan kontroversial dalam sejarah MotoGP.
Dari posisi pole, Valentino Rossi dari Yamaha langsung memimpin di Tikungan 1, diikuti oleh Aleix Espargaro dari Suzuki dan Marc Marquez dari Honda. Jorge Lorenzo, rekan setim Rossi, dengan cepat naik ke posisi kelima.
Marquez segera merebut posisi kedua, sementara Lorenzo naik ke posisi ketiga sebelum akhir lap pertama.
Ketiga pembalap teratas – Rossi, Marquez, dan Lorenzo – dengan cepat menjauh dari Andrea Iannone yang berada di posisi keempat.
Menggunakan motor spesifikasi 2014, Marquez adalah satu-satunya pembalap yang memakai ban depan medium, memberinya keunggulan grip.
Seiring balapan berlangsung, Marquez terus menempel Rossi, menunggu momen yang tepat untuk menyerang.
Dengan tujuh lap tersisa, Marquez berhasil memimpin setelah Rossi melakukan kesalahan di chicane sebelumnya.
Namun, Rossi segera membalas dan pertarungan sengit pun berlangsung.

Baca juga: Klasemen Panas MotoGP Papan Atas Libatkan Balapan Epik Bagnaia Marquez, TT Assen Jadi Poin Penentu!
Baca juga: Info Live Stream Trans7 MotoGP TT Assen, Aksi Tim Kubu Merah Adu Marquez dan Bagnia, Next GOAT?
Baca juga: Hari ini Jangan sampai Ketinggalan GearUp dan Podcast MotoGP TT Assen, Tantangan Mir Bersama Honda
Dengan lima lap tersisa, Marquez hampir terjatuh di tikungan berkecepatan tinggi, memberi Rossi kesempatan untuk menyalip dengan manuver luar biasa.
Namun, Marquez tak menyerah dan kembali menekan Rossi hingga lap terakhir.
Di lap terakhir, Marquez melakukan serangan terakhir di chicane yang hamper membuatnya berhasil menyalip The Doctor.
Namun kedua pembalap bersentuhan, siku dan lutut mereka saling bertabrakan.
Dengan pegangan Marquez yang agak goyah itu membuat Rossi mampu memperpanjang gap.
Rossi memotong tikungan melalui gravel dan berhasil melintasi garis finis pertama, meraih kemenangan ketiganya musim ini dan kemenangan karir ke-85 di MotoGP.
Lorenzo, yang berada di posisi ketiga, harus puas mengakhiri kemenangan beruntunnya selama empat balapan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.