PKB 2024
Sanggar Alit Sundari Bawakan Tabuh Raga Cara di Pesta Kesenian Bali, Kenang Mendiang Made Subandi
Gong Kebyar Sanggar Alit Sundari Kenang Mendiang Made Subandi di Pesta Kesenian Bali
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gong Kebyar merupakan salah satu pementasan seni, yang paling ditunggu saat Pesta Kesenian Bali (PKB).
Dalam PKB ke XLVI, pementasan gong kebyar anak-anak, Gianyar diwakili oleh Sanggar Alit Sundari.
Pementasan sanggar anak-anak ini sukses menghibur dan mengocok perut pada penonton
Sebab seperti biaya, dalam pementasan gong kebyar anak-anak, tentunya diisi dengan adegan lucu, sebagai ciri khas anak-anak.
Baca juga: PKB 2024, Jangan Takabur, Tetap Membumi, Pesan Moral di Balik Dolanan Metajoga Ala Jembrana
Namun di balik kelucuan tingkah anak-anak, penonton juga dihipnotis dengan alunan gamelan merdu.
Dalam pementasan, Rabu 26 Juni 2024 malam kemarin, Sanggar Alit Sundari, Duta Kabupaten Gianyar membawakan tiga garapan yaitu Tabuh kreasi “Raga Cara”, “Tari Kelinci” dan Dolanan “Pilah-Pilih”.
Pementasan ini diawali dengan membawakan garapan Tabuh Raga Cara yang mengimplementasikan perjalanan pencarian diri mendalam, sekaligus penghormatan kepada mendiang I Made Subandi, yang merupakan maestro seni Bali.
Dalam setiap jalinan nada dan irama, tersirat refleksi mendalam tentang identitas, tujuan hidup, dan pencarian makna dari warisan bimbingan seorang guru.
Melalui karya ini, terpancar persembahan hati yang dipenuhi dengan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada sosok yang telah memberikan cahaya dan arahan dalam perjalanan menuju kedewasaan dan kematangan seni, karya seniman Putu Eman Sabudi Subandi.
Dilanjutkan dengan Tari Kelinci yang merupakan garapan karya dari almarhum Bapak Nyoman Cerita, S.ST.,M.A yang diciptakan pada tahun 1987.
Tarian ini menceritakan tentang kisah sekelompok kawanan kelinci yang sedang mencari makan dan bermain di sebuah taman, tarian ini dibawakan oleh 7 orang penari dengan gerakan yang lincah, energik serta mengandung unsur estetik.
Sebagai penampilan penutup, Sanggar Alit Sundari Batuyang menampilkan Tari Dolanan Pilah-Pilih yang menceritakan perkembangan teknologi digital bagai pisau bermata dua, di satu sisi bisa berdampak baik, di sisi lain bisa berdampak buruk.
PJ Bupati Gianyar, I Dewa Tagel Wirasa yang hadir dalam pementasan tersebut, mengatakan ia sangat bangga melihat pementasan anak-anak Gianyar.
Ia pun berharap, kesenian terus tumbuh dan berkembang di Kabupaten Gianyar, selain menjadi daya tarik, juga menjadi pengisi kegiatan positif anak-anak atau masyarakat Gianyar.
"Melihat semangat generasi muda dalam menampilkan kesenian yang apik, tentu kami sebagai pemerintah sangat bangga dan kagum," tandasnya. (*)
Kumpulan Artikel PKB
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.