Pilkada Bali 2024
KIM Bali Sepakat Usung De Gadjah Jadi Cawagub, Cagub Masih Tunggu Keputusan Pusat
Dalam rapat yang digelar Sabtu, 13 Juli 2024 tersebut, KIM Bali sepakat mengusung De Gadjah sebagai calon wakil Gubernur Bali.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Koalisi Indonesia Maju atau KIM di Bali telah melakukan rapat terkait dengan pelaksanaan Pilkada yang digelar pada November 2024 ini.
Hadir dalam rapat tersebut yakni Ketua Gerindra Bali I Made Muliawan Arya atau De Gadjah, Ketua Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, Ketua Demokrat Bali Made Mudarta, Ketua PSI Bali, I Nengah Yasa Adi Susanto, dan Ketua Nasdem Bali, Julie Sutrisno Laiskodat.
Rapat tersebut digelar untuk memantapkan koalisi KIM di Bali dalam menyongsong Pilgub, Pilkada maupun Pilwali.
Dalam rapat yang digelar Sabtu, 13 Juli 2024 tersebut, KIM Bali sepakat mengusung De Gadjah sebagai calon wakil Gubernur Bali.
Baca juga: Fokus ke Spiritual, Sudikerta Harap Pemimpin Bali Terpilih dalam Pilkada Tidak Mebina-binaan
“Kemarin kami rapat koalisi, memantapkan koalisi. Untuk Pilgub sudah sepakat mereka memilih wakilnya De Gadjah,” kata Ketua DPD Gerindra Bali, I Made Muliawan Arya, Minggu 14 Juli 2024.
Sementara itu, untuk calon Gubernur Bali, pihaknya mengaku masih menunggu hasil keputusan pusat.
De Gadjah mengatakan, sudah ada beberapa nama yang masuk ke pusat.
Sehingga saat ini tinggal menunggu ketok palu dari pusat.
“Sudah ada beberapa nama yang masuk tinggal ketok palu pusat saja,” katanya.
Sementara itu, untuk pelaksanaan Pilkada maupun Pilwali di masing-masing daerah, KIM juga sepakat jika partai pemenang di KIM di wilayah tersebut menjadi koordinator atau leading sektor.
“Kalau di daerah kami sudah sepakat, siapa yang menjadi partai pemenang di KIM, dia menjadi koordinator atau leading sektor di daerah tersebut,” katanya.
Ia mencontohkan, untuk di KIM Denpasar, pemenangnya adalah Gerindra sehingga Gerindra menjadi leading sektor begitu juga untuk Karangasem.
Kemudian untuk di Buleleng dan Badung, karena pemenangnya adalah Golkar, maka Golkar menjadi leading sektor.
Termasuk juga di Jembrana, karena Demokrat menang di sana, maka Demokrat yang menjadi leading sektor.
Dengan keputusan tersebut, De Gadjah pun menyebut semua harus legowo menerima.
Sehingga tidak ada yang ngotot-ngototan untuk menjadi nomor satu maupun nomor dua.
“Semua harus legowo, tidak boleh ngotot-ngototan untuk minta nomor satu nomor dua. Semua harus legowo, semua keputusan bersama, dan calon harus menjadi milik bersama,” katanya.
“Kemarin (rapatnya) sangat bagus, berjalan dengan baik,” katanya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.