Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Pasar Senggol GOR Kebo Iwa Soal Sensitif,  Pj Bupati Gianyar Masih Cari Solusi Terbaik

Hal tersebut untuk menyikapi surat Pemkab Gianyar yang meminta pada 31 Juli 2024, Desa Adat Gianyar diminta mengosongkan areal GOR Kebo Iwa.

Tayang:
TRIBUN BALI/WAYAN ERI GUNARTA
BERI KETERANGAN - Penjabat Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa saat memberi keterangan kepada awak media. 

TRIBUN-BALI.COM  - Penjabat (Pj) Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa memastikan pengosongan Pasar Senggol di GOR Kebo Iwa akan berjalan dengan baik-baik. Karena itu, sebelum pengosongan dilakukan, ia akan mencari solusi terkait untuk para pedagang dan Desa Adat Gianyar sebagai pengelola.

"Kami masih kaji, tentu kami perhatikan semua aspirasi desa adat. Sebab masalah ini sensitif, kami di Pemkab Gianyar berusaha memahami suasana di masyarakat," ujar Tagel Wirasa, Jumat (19/7).

Dewa Tagel Wirasa mengatakan, latar belakang rencana pengosongan pedagang di GOR Kebo Iwa ini untuk memaksimalkan penggunaan GOR, serta menata atau merapikan kawasan.

"Rencananya dibersihkan untuk memaksimalkan penggunaan GOR, menata atau kerapian. Yang kuliner kami pindahkan ke tempat yang kami bangun di barat Alun-alun Gianyar. Tempat ini dapat respons positif karena rapi dan indah," ungkapnya.

Baca juga: Semua Buah untuk Monyet Alas Pala, Pawai Gebogan Pembuka Sangeh Festival 2024

Baca juga: Melegenda Harumkan Nama Gianyar, Santunan Kematian untuk Maestro Made Sidja

SAMPAIKAN ASPIRASI - Prajuru Desa Adat Gianyar mendatangi kantor Bupati Gianyar, Bali, Kamis (18/7). Mereka menyampaikan keberatan atas adanya surat dari pemkab terkait pemberitahuan penghentian pengelolaan Pasar Senggol Gianyar di GOR Kebo Iwa.
SAMPAIKAN ASPIRASI - Prajuru Desa Adat Gianyar mendatangi kantor Bupati Gianyar, Bali, Kamis (18/7). Mereka menyampaikan keberatan atas adanya surat dari pemkab terkait pemberitahuan penghentian pengelolaan Pasar Senggol Gianyar di GOR Kebo Iwa. (TRIBUN BALI/WAYAN ERI GUNARTA)

Terkait permintaan agar para pedagang ini dikembalikan ke Pasar Gianyar, Dewa Tagel belum bisa memberikan jawaban. Ada aspek yang harus dipertimbangkan, mulai dari faktor kebersihan, kerapian hingga lalu lintas, supaya tidak menjadi penyebab kemacetan.

"Soal harapan dikembalikan ke pasar Gianyar masih kami kaji. Kami harus memitigasi dampak, tidak hanya keteraturan. Tapi kami juga harus memperhatikan kemacetan, dan sebagainya," ujarnya.

Sebelumnya, prajuru Desa Adat Gianyar ramai-ramai mendatangi kantor Bupati Gianyar, Kamis (18/7). Mereka menyampaikan keberatan atas adanya surat dari pemkab terkait pemberitahuan penghentian pengelolaan Pasar Senggol Gianyar.

Dipimpin Bendesa Adat Gianyar, Anak Agung Gede Mayun dan Ketua Saba Desa Adat Gianyar, I Nyoman Artana, rombongan prajuru ini dikawal pecalang, polisi dan TNI. Pertemuan ini dilakukan secara tertutup dan para prajuru diterima langsung oleh Pj Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa.

Bendesa Gianyar, Agung Mayun mengatakan, kedatangan prajuru menemui Pj Bupati Gianyar sesuai hasil paruman atau rapat adat yang telah dilakukan sebanyak dua kali. Rapat pertama pada 28 Mei dan rapat kedua pada 14 Juli 2024.

Hal tersebut untuk menyikapi surat Pemkab Gianyar yang meminta pada 31 Juli 2024, Desa Adat Gianyar diminta mengosongkan areal GOR Kebo Iwa. Saat ini masih ditempati oleh pedagang senggol yang dikelola Desa Adat Gianyar.

Agung Mayun mengatakan krama adat Gianyar tidak keberatan jika harus mengosongkan areal parkir GOR Kebo Iwa. Namun dengan catatan, Pemkab Gianyar harus mengembalikan mereka ke tempat awal, yakni Pasar Gianyar. (weg)


Menyangkut Urusan Perut

Penjabat (Pj) Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa berjanji akan secepatnya mengatasi persoalan pengosongan Pasar Senggol di GOR Kebo Iwa.

Namun tetap harus ada kajian dulu terlebih hal ini terkait ekonomi masyarakat. "Tentu kami harapkan secepatnya, namun saat ini kami kaji dulu, supaya tidak menimbulkan hal yang tidak bagus.

Sebab bagaimanapun, ini menyangkut perekonomian masyarakat sehingga kami tidak mau gegabah," tandasnya.

Ketua Saba Desa Adat Gianyar, I Nyoman Artana mengatakan, pihaknya meminta agar Pemkab Gianyar menunda dulu pengosongan kawasan GOR Kebo Iwa.

Ada lebih dari 300 orang pedagang kuliner dan non kuliner yang berjualan di pasar senggol ini. "Karena terkait hajat hidup orang banyak, kami meminta menunda dulu pengosongan. Saat ini ada 300 lebih pedagang kuliner dan non kuliner," tandasnya. (weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved