Kebakaran di Klungkung
Kebakaran Rumah di Nusa Lembongan, Made Budasari Terlihat Sering Keluar Rumah Membawa Korek Api
Nasib malang menimpa Ni Luh Made Budasari (53). Rumah perempuan asal Ancak, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung Bali itu terbakar.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Made Budasari Ditemukan Hangus dalam Posisi Tengkurap di Nusa Lembongan, Rumah Semi Permanen Luedes Terbakar
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Nasib malang menimpa Ni Luh Made Budasari (53).
Rumah perempuan asal Ancak, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung Bali itu terbakar.
Kebakaran rumah semi permanen tersebut menyebabkan Ni Luh Made Budasari kehilangan nyawanya.
Kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar Pukul 12.30 Wita.
Awalnya warga setempat, Wayan Sepet (64) dan I Made Sukaranis (60) melihat kobaran api dari rumah semi permanen yang selama ini ditinggali Ni Luh Made Budasari.
Baca juga: Sebuah Rumah Ludes Terbakar di Nusa Lembongan Bali, Luh Made Budasari Hangus Dengan Posisi Tengkurap
Saksi yang masih keluarga korban, rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian.
Saat itu keduanya melihat api sudah berkobar hebat, dan melalap bangunan semi permanen.
"Saksi lalu meminta tolong ke warga, untuk membantu padamkan api," jelas Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Agus Widiono, Minggu (28/7/2024).
Baca juga: Kebakaran The Amasya Villas Seminyak, Hanya Satu Vila Tidak Terbakar, 24 Unit Damkar Berjibaku
Kebakaran itu baru berhasil dipadamkan sekitar Pukul 13.40 Wita.
Saat kebakaran terjadi, warga setempat mengira Ni Luh Made Budasari yang juga ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) tidak ada di rumah.
Namun saat memerika tumpukan kain yang terbakar, warga melihat Budasari sudah meninggal dunia dalam keadaan hangus terbakar dengan posisi tengkurap.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran di Pemogan Denpasar, Satu Rumah dan 3 Sepeda Motor Terbakar
"Pihak Kepolisian dan BPBD dibantu oleh warga melakukan evakuasi korban dan membawanya ke rumah duka," ungkap Agus Widiono.
Kapolsek Nusa Penida Kompol Ida Bagus Putra Sumerta seizin Kapolres AKBPAlfons W.P Letsoin dikonfirmasi menyampaikan, korban selama ini mengalami gangguan jiwa atau penderita orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
“Korban merupakan ODGJ, setiap hari keluar rumah bawa korek api. Kadang lihat sampah langsung dibakar. Pihak keluarga membuatkan rumah sekitar 20 meteran dari rumah aslinya."
"Di rumah itu korban tinggal sendiri,” ungkap. Kompol Ida Bagus Putra Sumerta.
Di rumah dimana korban tinggal juga tidak dipasangi listrik. Kapolsek memastikan tidak mungkin kebakaran itu disebabkan karena arus pendek.
“Tidak mungkin itu (karena arus pendek) karena di lokasi kejadian tidak ada sambungan listriknya,” kata Ida Bagus Putra Sumerta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pihak-Kepolisian-dan-BPBD-dibantu-oleh-warga-melakukan-evakuasi-korban-66.jpg)