Disperpa Badung Akan Bangun Jalan Usaha Tani di Delapan Titik, Anggaran Dirancang Rp23,4 Miliar

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung merencanakan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) pada tahun 2024.

Istimewa
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana. 

Disperpa Badung Akan Bangun Jalan Usaha Tani di Delapan Titik, Anggaran Dirancang Rp23,4 Miliar

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung merencanakan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) pada tahun 2024.

Bahkan ada delapan JUT yang akan dibangun dengan rancangan anggaran Rp23,4 Miliar.

Langkah ini diambil guna memudahkan petani dalam membawa hasil panen dari lahan pertanian ke pasar atau tempat penjualan lainnya.

Baca juga: Pemkab Badung Akan Perbaiki Jalan Mambal-Pelaga Pertengahan Agustus, Anggaran Sebesar Rp130 Miliar

Diharapkan JUT yang dibangun nanti bisa membantu para petani di Gumi Keris.

Kadisperpa Badung, I Wayan Wijana saat dikonfirmasi Senin 29 Juli 2024 mengatakan bahwa proyek pembangunan JUT ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung sektor pertanian. 

"Jadi proyek ini sudah masuk dianggarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2024," ujarnya.

Baca juga: Pantarlih Badung Tidak Bisa Tempelkan Stiker Coklit Di Salah Satu Rumah Warga, Begini Penjelasannya

Menurutnya, nilainya dalam RKPD Rp23,4 Miliar lebih ini rencananya untuk membangunan JUT.

Selain itu juga untuk Rehab kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta pengadaan tanah. 

"Dengan adanya JUT, kami berharap bisa memberikan solusi yang nyata dan efisien," tegas Wayan Wijana.

Baca juga: 2 Minggu Operasi Patuh Agung 2024, Jajaran Satlantas Polres Badung Temukan 717 Pelanggaran

Menurutnya, pembangunan delapan JUT akan tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Badung.

Kecamatan yang akan mendapatkan prioritas adalah Kecamatan Mengwi dan Abiansemal.

"Sesuai usulan subak akan dibangun depalan JUT yang trsebar di kecamatan Mengwi dan Abiansemal," katanya.

Sayangnya, Mantan Kabag Organisasi Setda Badung ini tak menyebutkan kapan proyek JUT akan digarap.

Sebelumnya, Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta selaku Pemerintah Daerah pihaknya memberikan dukungan dalam rangka memantapkan arah pembangunan sektor pertanian Badung dari hulu ke hilir. 

"Keberpihakan kami kepada petani itu wajib, maka prinsip kami untuk sektor pertanian ini adalah bela beli wujudkan petani bangga jadi petani. Ini yang harus kita buktikan," katanya.

Di sisi lain guna meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus untuk mewujudkan swasembada pangan Bupati Giri Prasta memastikan bahwa kedepannya Badung akan segera membuat Badan Pangan.

Pihaknya juga sudah melakukan kalkulasi kemampuan produksi beras semua subak yang ada di Badung baik itu perhari perminggu perbulan dan pertahun.

"Astungkara selama ini kita sudah bisa memenuhinya, dan ke depan dengan kualitas beras yang pulen dan bagus dari varieties MSP ini sudah barang tentu akan kita bukakan akses agar bisa diserap oleh industri pariwisata," jelasnya.

Selain memudahkan transportasi hasil panen, pembangunan JUT juga diharapkan dapat mengurangi biaya produksi.

Biaya transportasi yang tinggi selama ini menjadi salah satu beban terbesar bagi petani.

Dengan adanya JUT, biaya tersebut dapat ditekan sehingga keuntungan yang didapat petani bisa lebih besar. (*)

 

Berita lainnya di Pertanian Badung

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved