Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Angkat Tradisi Bali, Masikian Fest Libatkan 14 Tim Bleganjur dan 16 Tim Pembuat Gebogan

Ketua Pasikian Yowana mengatakan acara ini merupakan hal yang positif sebab, sebagai Pasikian Yowana Denpasar ini bertujuan untuk melestarikan budaya

istimewa
Masikian Fest 2024 kembali digelar pada, Sabtu 3 Juli 2024 - Angkat Tradisi Bali, Masikian Fest Libatkan 14 Tim Bleganjur dan 16 Tim Pembuat Gebogan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Masikian Fest 2024 kembali digelar pada Sabtu 3 Agustus 2024.

Festival ini merupakan salah satu festival untuk melestarikan kebudayaan Bali.

Maka dari itu dalam festival ini terdapat lomba mengarak bleganjur dan membuat gebogan.

Acara ini juga turut bekerja sama dengan minuman liang teh kaleng, Cap Panda.

Baca juga: Ubud Village Jazz Festival, Menarik 3.000 Pengunjung, Lagu Kopi Dangdut Diaransemen Jadi Jazz

Lie Joko Budiman, selaku Head of Marketing Food & Beverage PT Kino Indonesia Tbk pun menjelaskan mengapa ikut dalam Masikian Fest kali ini.

“Kami mulainya di Bali karena Bali suatu yang unik dan tradisinya yang luar biasa. Sebetulnya campaign kami Cap Panda Tradisi Indonesia. Tapi, kenapa kami mulai dari Bali? Karena kami kenal Bali banyak pelestarian budaya dan tradisi. Salah satunya kan kalau minuman itu ya daluman cincau,” jelas Lie, Senin 5 Juli 2024.

Selain tradisi terkait kesenian dan budaya, di Bali sendiri terdapat minuman khas yang digemari oleh masyarakat yakni daluman.

Daluman merupakan minuman yang berasal dari daun cincau hijau yang diolah secara tradisional dan cocok diminum saat cuaca panas.

Terinspirasi dari daluman yang sudah dikenal masyarakat Bali, ia pun tertarik untuk lebih mengenalkan minuman cincau dari Cap Panda.

Selain Bali, Cap Panda Tradisi Indonesia juga akan ke kota-kota yang lain.

Selain terdapat seni budaya yang ditampilkan seperti Baleganjur atau musik dan lomba merangkai gebogan untuk sembahyang, juga ada UMKM makanan tradisional khas Bali.

“Namanya tradisi itu kan dari masa lampau tapi, di masa kini itu kan juga ada inovasi dan tidak bisa kita tinggalkan. Jadi, Cap Panda menjadi jembatan antara masa lampau dan masa kini dan kami harapkan tradisi tidak hanya untuk dikenang tapi dilestarikan dan dipakai dalam generasi muda sekarang tanpa kita tentu tidak bisa menolak globalisasi atau inovasi yang terjadi,” harapnya.

Sementara itu, Anak Agung Made Angga Hartayana sebagai Ketua Pasikian Yowana mengatakan acara ini merupakan hal yang positif sebab, sebagai Pasikian Yowana Denpasar ini bertujuan untuk melestarikan budaya dan tradisi di Bali.

“Untuk peserta bleganjur ngarak kita ada 14 tim untuk gebogan ada 16 tim. Satu tim bleganjur kurang lebih berisikan 30 peserta dari seluruh Bali,” kata, Angga.

Menurut Angga, masyarakat sangat antusias untuk mengikuti Mesikian Fest ini, ini terlihat dari banyaknya masyarakat mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi bleganjur dan membuat gebogan.

Sehingga kuota tim bleganjur dan membuat gebogan ditambah yang dua tim.

Target kunjungan masyarakat 5.000 orang yang datang ke Mesikian Fest 2024.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved