Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 66 67, Ayo Berlatih: Diskusi Bidang Usaha dan Jasa

Berikut kunci Jawaban dan pembahasan soal mapel Bahasa Indonesia kelas 12 SMA halaman 66 67, Ayo Berlatih.

|
Buku Pdf Bahasa Indonesia
Cover Buku Bahasa Indonesia Kelas 12 Kurikulum Merdeka - Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 66 67, Ayo Berlatih: Diskusi Bidang Usaha dan Jasa 

Nilai-Nilai dalam Novel Sejarah Pangeran Diponegoro

1. Nilai Moral:

"”Hm.” Jan Willem van Rijnst menerka-nerka ambisi Danurejo di balik pernyataan yang kerang-keroh itu. sambil menatap lurus-lurus ke muka Danurejo, setelah membagi arah pandangannya kepada Raden Mas Sunarko yang sangat tolek, Jan Willem van Rijnst berkata dalam hati, “Al wie kloekzinnig is, handelt met wetenschap, maar een zot breidt dwaasheid uit. Deza kakkerlak verwach zeker een goede positie, zodat hij mogelijk corruptie kan doen” (yang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tapi yang bebal membeberkan ketololannya. Kecowak ini pasti berharap kedudukan yang memungkinkan baginya bisa melakukan korupsi)."

Nilai moral dalam kutipan tersebut adalah orang yang cerdik akan bertindak dengan pengetahuannya, tetapi yang bebal akan mengumbar kebodohannya.

2. Nilai Budaya:

Nilai kebudayaan dalam novel Pangeran Diponegoro terlihat melalui beberapa kalimat di antaranya penggunaan kata-kata bahasa jawa seperti, sugeng, tolek, wisesa ruhani dll.

Kemudian, disebutkan juga kelebihan bangsa Jawa adalah sangat peka terhadap suara hati.

Terdapat juga penyebutan kata wayang dan tembang macapat yang merupakan piranti kebudayaan kesenian.

3. Nilai Sosial:

"Ketika Danurejo II datang kepadanya, dia menyambut dengan bahasa Melayu yang fasih, sementara pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan musuh dalam selimut dari Sultan Hamengku Buwono II ini lebih suka bercakap bahasa Jawa.

”Sugeng”, kata Danurejo II, menundukkan kepala dengan badan yang nyaris bengkok seperti udang rebus. Jan Willem van Rijnst bergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk."

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 62 64, Tugas: Gaya Bahasa Novel Sejarah

Nilai sosial dalam kutipan novel pangeran Dipongero tersebut yakni ketika terjadi interaksi di antara dua orang dengan latar belakang bangsa dan budaya yang berbeda, melakukan pertemuan dan dialog.

Selain itu, tampak pada sikap Danurejo II yang tetap menghormati dan bersikap dengan ramah dan sopan kepada van Rijnst meski merupakan musuh dari Sultan Hamengkubuwono II, begitu pula dengan van Rijnst yang sangat peduli dengan tata krama dalam menyambut tamunya dengan baik.

4. Nilai Ketuhanan/Religi:

"Terlebih dulu mestilah dibilang, bahwa Jan Willem van Rijnst adalah seorang oportunis bedegong. Asalnya dari Belanda tenggara. Lahir di Heerlen, daerah Limburg yang seluruh penduduknya Katolik. Tapi, masya Allah, demi mencari muka pada pemegang kekuasaan di Hindia Belanda, sesuai dengan agama yang dianut oleh keluarga kerajaan Belanda di Amsterdam sana yang Protestan bergaris kaku Kalvinisme, maka dia pun lantas gandrung bermain-main menjadi bunglon, membiarkan hatinya terus bergerak-gerak sebagaimana air di daun talas."

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved