Pilkada Bali 2024
Jelang Pilkada Bali 2024, Gerindra Serap Aspirasi Relawan Penyu di Pesisir Blahbatuh
Ketua Konservasi Penyu Saba Asri, I Gusti Ngurah Padmanaba, mengatakan Konservasi Penyu Saba Asri ini awalnya dikelola oleh perorangan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sementara operasional mencakup biaya pakan dan biaya pembelian telur penyu dari masyarakat senilai Rp 3.000 per butir.
Sebab biasanya, ada sejumlah warga yang rela bergadang sampai malam, untuk mencari telur penyu yang baru menetas.
Telur tersebut diambil untuk menghindari dimakan anjing liar.
Telur yang diambil itu oleh warga langsung diberikan ke pihaknya sebagai pengelola Saba Asri.
Sebagai apresiasi, pihaknya pun memberikan uang pengganti Rp 3.000 per ekor telur.
"Kalau pagi hari kita cari jejak penyu usai bertelur sudah tidak ada, karena dihapus ombak. Bahkan bisa lebih dulu anjing liar atau biawak yang memangsa telur tersebut," ujarnya.
Keberadaan anjing liar, kata dia, menjadi semakin banyak karena ulah oknum masyarakat yang suka membuang anak anjing ke pantai.
Kata dia, anjing ini selain membawa ancaman rabies, juga menjadi predator bagi telur-telur penyu.
Untuk mensiasati biaya operasional pihak pengelola berencana akan bekerja sama dengan agen perjalanan wisata.
"Kita tidak menjual tukik tersebut, namun tamu yang dibawa agen bisa berdonasi bila ingin melakukan pelepasan tukik," jelasnya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.