Pilkada Jakarta
OGAH PDIP Gabung KIM di Jakarta! Deddy Sitorus: Tidak Fair Tanpa Kompetitor
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menjelaskan, PDIP sedang menggalang dukungan partai lain untuk bekerja sama di Pilgub Jakarta.
TRIBUN-BALI.COM - PDI Perjuangan memberi sinyal tidak akan merapat pada Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024. PDIP akan lebih berfokus pada usaha untuk menghadirkan pemilu yang berkualitas untuk rakyat.
"Lebih ke bagaimana menghadirkan pemilu yang betul-betul berkualitas. Artinya kalau semakin banyak calon (yang maju Pilkada), ya masyarakat bisa memilih berbagai argumentasi, visi misi, posisi ya dari masing-masing kandidat," ucap Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Deddy Sitorus dikutip dari tribunnews.com, Kamis (8/8).
Deddy mengatakan, banyaknya pilihan calon gubernur (cagub) yang dapat dipilih oleh masyarakat dapat membuat peradaban politik akan semakin baik. Selain itu, Deddy menambahkan, dengan tidak bergabungnya PDIP di KIM plus, maka keputusan itu dinilai adil untuk masyarakat.
Baca juga: Beasiswa Sampai Kuliah! Bagi Anak Petani Orangtuanya Meninggal, Pemkot Denpasar Tetapkan Ini
Baca juga: BANGGA Indonesia! Medali Emas Veddriq Leonardo, Taklukkan Pemanjat China di Final Olimpiade 2024!
Keputusan PDIP untuk tidak bergabung dengan koalisi besar juga untuk mengurangi potensi money politics yang luar biasa. "Jadi kalau PDI Perjuangan tidak masuk ke dalam suatu koalisi besar yang kemudian tidak ada kompetitornya, saya kira itu juga tidak fair untuk masyarakat. Meskipun untuk partai politik itu akan sangat berarti dalam artian nggak capek berkeringat lagi gitu ya," jelas Deddy.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP, Said Abdullah juga memberi sinyal PDIP tak bergabung dalam KIM Plus untuk pemilihan gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. Kata Said, wajar jika partai politik (parpol) menentukan sikapnya dalam kontestasi termasuk membentuk KIM Plus.
"Begitu juga ketika PDIP melakukan sesuatu dengan otonomi dan kedaulatan yang dimiliki oleh PDIP tiba-tiba pihak lain akan marah, kan tidak juga biasa," kata Said di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.
Said menyebut, PDIP menyiapkan bacagub sendiri untuk diusung di Pilgub Jakarta. Namun, Said tak mengungkapkan apakah cagub tersebut berasal dari PDIP atau tokoh luar partai. "Insya Allah Jakarta kami punya calon. Kami lagi menggodok calon sendiri," ucapnya.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menjelaskan, PDIP sedang menggalang dukungan partai lain untuk bekerja sama di Pilgub Jakarta. Sebab, PDIP belum memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tanpa berkoalisi.
"Ini kan lagi menggenapi rukun iman. Kami butuh 24 kursi untuk di DKI. Maka kemudian lintas partai berbicara. Kalau belum apa-apa orang, kemudian kursinya tidak dihitung, maka kemudian bisa mentok kepada urusan orang," ungkap Said.
Selanjutnya, Said menambahkan, PDIP sedang membangun komunikasi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). "Yang paling pertama itu bagaimana PKB memandang DKI ke depan, bagaimana PPP memandang DKI, mesti begitu," tegasnya.
Hanya saja, dia tak mengungkapkan peluang PDIP bekerja sama dengan PKB dan PPP di Pilgub Jakarta 2024. "Oh belum, jangan mengambil kesimpulan (kami koalisi dengan PKB dan PPP)," sambungnya. (tribunnews)
| PILKADA 2024! Jagoan PDIP Teratas di Jakarta, Pram-Doel Unggul Survei Litbas Kompas, Ada Kang Emil |
|
|---|
| Pramono Anung Akan Temui Anies hingga Sutiyoso! Kalau Menang Janji Lanjutkan Program yang Bagus |
|
|---|
| Si Doel Anak Betawi Bertemu Anies Baswedan, Ajak Rano Karno Bicara Serius Soal Jakarta! |
|
|---|
| Ahokers Tak Mau Dukung Anies! Ungkit Konflik Politik 2017 Lalu, Adian Minta Sejalur dengan Megawati |
|
|---|
| Said Iqbal Berharap PDIP Usung Anies, Sedangkan Cawagub Terserah Megawati Mau Siapa! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sbsw-bs-bs-bnrdn.jpg)