Pilkada Jakarta

Ahokers Tak Mau Dukung Anies! Ungkit Konflik Politik 2017 Lalu, Adian Minta Sejalur dengan Megawati

Meski yang meminta  PDI Perjuangan, mereka tak mau mendukung Anies dalam kontestasi  Pilkada Jakarta 2024.

ISTIMEWA/ANTARA
SUARA AHOKERS - Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Adian Napitupulu bersama Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy menerima aspirasi dari pendukung Ahok atau Ahokers, Minggu (25/8). Adian meminta Ahokers mendukung keputusan Megawati terkait calon di Pilgub Jakarta. 

TRIBUN-BALI.COM - Koordinator Komunitas Ahokers, Gus Sholeh M.Z mengaku tak akan mendukung Anies Baswedan. Meski yang meminta  PDI Perjuangan, mereka tak mau mendukung Anies dalam kontestasi  Pilkada Jakarta 2024.

Namun, jika kader lain yang bakal diusung PDIP pada Pilkada Jakarta, Ahokers akan mendukungnya. "Kami bukan PDIP, kami Ahokers. Yang jelas, kami tidak dukung Anies Baswedan apabila diusung (PDIP)," ucap Gus Sholeh, Senin (26/8).

Sholeh menjelaskan, alasan Ahokers tidak mau mendukung Anies karena pernah merasa kecewa oleh mantan gubernur Jakarta itu. Ia mengaku komunitas Ahokers pernah dilukai Anies tahun 2017. "Anies pernah lukai kami di tahun 2017," ungkap dia.

Baca juga: DITENDANG dari PDIP! Agus Suradnyana: Saya Kader Tahun 1996 Saat Masa Susah, Cerita Perjuangannya!

Baca juga: BREAKING NEWS! Gempa Bumi Selatan Gunung Kidul M5,8 di Samudera Hindia, Tidak Berpotensi Tsunami

BERI KETERANGAN - Anies Baswedan bersama pengurus PDIP memberi keterangan kepada wartawan usai menggelar pertemuan tertutup di kantor DPD PDIP, di Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/8). 
BERI KETERANGAN - Anies Baswedan bersama pengurus PDIP memberi keterangan kepada wartawan usai menggelar pertemuan tertutup di kantor DPD PDIP, di Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/8).  (ANTARA)

Video politikus PDIP, Adian Napitupulu bertemu dengan Ahokers yang berunjuk rasa di depan kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat tersebar di media sosial. Adian meminta kepada Ahokers untuk mendukung siapa saja yang akan diusung Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.

"Pertanyaan saya terakhir kali, apakah kita siap menerima keputusan Ibu Megawati apapun itu," tanya Adian ke Ahokers. "Siap," demikian  jawab beberapa massa berteriak menjawab pertanyaan Adian.

Namun kata Sholeh, video dengan durasi 45 detik sudah dipotong. Ahokers tidak akan mendukung Anies Baswedan apabila diusung Megawati pada Pilkada Jakarta 2024. "Video itu terpotong. Awalnya Bang Adian bilang "kalau saya jadi gubernurnya, kami jawab siap. Intinya kader sendiri tidak apa-apa, asal bukan Anies," ucap Sholeh.

Sholeh menuturkan, video itu itu merupakan penggiringan opini. "Seakan-akan Ahokers mau kalau Anies diusung. Tapi teman-teman enggak mau. Begitu jelasnya," jelas dia. Kompas.com juga melihat video lengkap saat Adian Napitupulu bernarasi di aksi itu.

Beberapa Ahokers juga menolak apabila Megawati mengusung Anies. "Asal tidak Anies, bukan Anies," celetuk salah satu Ahokers. Pendukung Ahok menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu kemarin.

Mayoritas peserta aksi merupakan emak-emak. Hampir semua peserta aksi mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak berwarna merah. Selain itu, massa juga memakai kaus dengan logo karikatur bergambar Basuki.


Perpaduan Taktis

Kemunculan nama Anies Baswedan dan Rano Karno yang dikabarkan akan diusung oleh PDIP sebagai pasangan bakal calon gubernur dan bakal wakil gubernur Jakarta disebut menjadi modal kuat untuk menang.

"Pilihan PDIP kepada Anies-Rano sudah tepat. Langkah yang diambil PDIP sangat taktis. Keduanya memiliki modal politik yang kuat untuk memenangi pilkada Jakarta," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak.

Ia menjelaskan, Anies Baswedan dan Rano Karno menghadirkan konvergensi antara visi religius dan nasionalis. Anies Baswedan merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta, sedangkan Rano Karno adalah kader PDI Perjuangan dan mantan Gubernur Banten.

Anies disebut memiliki credentials Islam yang kuat, sementara Rano Karno disebut mewakili spektrum nasionalis. Dengan demikian, Anies-Rano dianggap mampu menarik dukungan dari berbagai kalangan pemilih di Jakarta.

"Keduanya memiliki modal politik yang kuat untuk memenangi pilkada Jakarta. Anies dan Rano juga memiliki elektabilitas dan popularitas yang tinggi," kata Zaki. (kompas.com)

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved