17 Agustus di Bali
Ni Komang Tri Setia, Siswi Klungkung Ukir Sejarah Jadi Paskibraka Perdana di IKN
Komang Tri Setia berulang kali meraih juara LKBB dan melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Semarapura.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Siswi kelas XI SMA N 1 Semarapura, Ni Komang Tri Setia (16) dipercaya menjadi wakil dari Bali, untuk bergabung dengan paskibraka nasional.
Ini menjadi sejarah, karena ia akan menjadi bagian dari tim paskibraka perdana, yang bertugas saat Upacara Bendera Peringatan ke-79 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di IKN (Ibu Kota Nusantara).
Perjuangan Ni Komang Tri Setia untuk lolos menjadi paskibraka nasional tidaklah instan.
Ada kerja keras dan tekad kuat, yang membuat anak ketiga dari empat bersaudara itu bisa bergabung menjadi tim paskibraka nasional.
Baca juga: Kesbangpol Badung Adakan Studi Tiru Paskibraka ke Bandung, Studi Kepemimpinan di IPDN Jatinangor
Ketertarikan Komang Tri Setia menjadi seorang paskibraka sudah disadari orangtuanya sejak SD.
"Waktu SD saya sering lewat di Lapangan Puputan Klungkung naik motor bersama Komang Tri Setia. Dia suka sekali lihat anak-anak paskibraka latihan pakai baju putih. Bertanya dia, apakah bisa menjadi paskibraka? Saya katakan bisa asal rajin belajar dan tidak malas latihan," ungkap ibu dari Komang Tri Setia, Yovita Magdalena Dewi Astutimita, Jumat 9 Agustus 2024.
Keinginan itu ternyata dipegang teguh oleh Komang Tri Setia.
Putri pasangan I Nyoman Subrata dan Yovita Magdalena Dewi Astutimita itu lalu aktif mengikuti Lomba Ketrampilan Baris Berbaris (LKBB) sejak menginjak kelas VIII di SMP N 2 Semarapura.
"Saat itu ia tetap tekun, walau latihan LKBB itu keras. Pagi sekolah, sore latihan hingga malam. Setiap hari seperti itu, sampai akhirnya ia ikut lomba tingkat provinsi saat itu," ungkap Yovita.
Hal yang tidak dilupakan keluarga, dua hari menjelang lomba LKBB, Komang Tri Setia mengalami kecelakaaan lalu lintas. Kakinya mangalami banyak luka.
"Teman-temannya ramai ke rumah saat itu, saat itu saya sampaikan agar cari pengganti dan tidak ikut lomba. Tapi ia bersikeras ikut lomba, saat itu saya ingat lombanya di Gianyar," jelasnya.
Tekad kuat Komang Tri Setia tidak terbendung.
Ia tetap bersikeras ikut lomba walau dengan kondisi kaki berbalut perban.
Sampai akhirnya tim dari Komang Tri Setia berhasil mendapatlan juara 1 lomba LKBB.
"Saat itu anak saya di depan, ia menahan rasa sakit. Sangat bersyukur saat itu dapat juara 1, walau besoknya anak saya demam karena sempat menahan sakit saat lomba dan harus istirahat 3 hari," ujar Novita.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.