bisnis

Bandara Ngurah Rai Tambah Konektivitas ke Cairns, Sehari Ada 40 Penerbangan Rute Bali-Australia PP

Dalam sehari rata-rata frekuensi penerbangan dari Bali menuju Australia dan sebaliknya Australia ke Bali terdapat sebanyak 40 flight.

|
Zaenal Nur Arifin/Tribun Bali
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menambah kembali penerbangan rute internasionalnya menuju salah satu kota di Cairns, Queensland, Australia. Rute langsung dari Bali dan menuju Cairns dioperasikan oleh maskapai Indonesia AirAsia dan mulai terbang perdana pada Rabu (14/8/2024) lalu dengan nomor penerbangan QZ542. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menambah kembali, penerbangan rute internasionalnya menuju salah satu kota di Cairns, Queensland, Australia.

 

Rute langsung dari Bali dan menuju Cairns, dioperasikan oleh maskapai Indonesia AirAsia dan mulai terbang perdana pada Rabu (14/8/2024) lalu dengan nomor penerbangan QZ542.

 

Dan penerbangan perdana Indonesia AirAsia dari Cairns, lalu tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Kamis 15 Agustus 2024 kemarin dengan nomor penerbangan QZ543.

 

Kedatangan pertama pesawat Indonesia AirAsia dari Cairns ini pun, disambut dengan water salute yang dilanjutkan pengalungan bunga kepada sejumlah penumpang penerbangan tersebut.

 

Selain sejumlah penumpang dikalungi bunga seluruh penumpang penerbangn itu juga mendapatkan souvenir bertuliskan Wonderful Indonesia dari Kemenparekraf.

 

Penerbangan Indonesia AirAsia dari Bali menuju Cairns kurang lebih ditempuh selama empat jam, dan dilayani di Bandara I Gusti Ngurah Rai tiga hari dalam seminggu (Rabu, Jumat, dan Minggu).

Baca juga: Kapolres Buleleng Minta Masyarakat Viralkan Plat Motor Pelaku Trek-trekan

Baca juga: Pupuk Nasionalisme, 700 Siswa PAUD Ikuti Pawai Kebangsaan di Gianyar, Rangkaian HUT Kemerdekaan RI

Water salute sambut kedatangan perdana maskapai Indonesia AirAsia penerbangan dari Cairns saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Water salute sambut kedatangan perdana maskapai Indonesia AirAsia penerbangan dari Cairns saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai. (Zaenal Nur Arifin/Tribun Bali)

 

Sementara dari Cairns menuju Bali juga kurang lebih ditempuh selama empat jam, dan dilayani di Bandara Cairns tiga hari dalam seminggu (Kamis, Sabtu, dan Senin).

 

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I (Asia Pasifik), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Wisnu Sindhutrisno, hadir turut menyambut kedatangan para penumpang penerbangan Indonesia AirAsia dari Cairns yang tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

 

“Ini merupakan satu langkah besar mendorong kunjungan wisman dari Australia ke Indonesia yang saat ini posisinya nomor satu di Bali. Dan Australia merupakan penyumbang wisman terbesar kedua ke Indonesia setelah Malaysia,” ujar Wisnu.

 

Menurutnya Australia merupakan satu pasar yang sangat penting bagi Indonesia dan Kemenparekraf akan terus dorong pengembangan konektivitas antara Indonesia dan Australia.

 

Berdasarkan catatan data dari Kemenparekraf sebelum pandemi tahun 2019 kedatangan wisman Australia ke Indonesia mencapai 1,3 juta, dan tahun 2023 tercatat mencapai 1,4 juta kunjungan.

 

Tahun 2024 ini pihaknya menargetkan 1,3 juta kunjungan wisman dari Australia sama seperti sebelum pandemi dan angka itu optimis dapat tercapai bahkan bisa melebihi target.

 

“Saat ini Januari hingga Juni 2024 kita catat sudah mencapai 770 ribu kunjungan wisman dari Australia ke Indonesia atau sudah 57 persen dari target. Di semester kedua tahun ini diharapkan ada lonjakan yang besar bisa melebihi target,” ungkap Wisnu.

 

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan menyampaikan bahwa Australia saat ini berada di peringkat pertama kunjungan wisman ke Bali.

 

“Untuk Australia memang nomor satu. Ini pasar dan market yang cukup besar sepertinya akan terus meningkat kedepannya. Dan pembukaan penerbangan ke Cairns ini merupakan maskapai kedua setelah ada satu maskapai lain sebelumnya yang sudah buka rute kesana,” imbuh Handy.

 

Saat ini Bandara I Gusti Ngurah Rai terhubung dengan 9 Kota dan 9 Bandara di Australia dimana konektivitas ini telah melebihi dari sebelum pandemi.

 

Sebelum pandemi Covid-19 hanya terhubung dengan 7 Kota dan 7 Bandara di Australia kini bertambah menjadi 9, tambahannya rute dari dan menuju Gold Coast serta Qanberra.

 

Dalam sehari rata-rata frekuensi penerbangan dari Bali menuju Australia dan sebaliknya Australia ke Bali terdapat sebanyak 40 flight.

 

“Kurang lebih sehari sebelum tambahan Indonesia AirAsia ke Cairns kita ada 40 penerbangan dari 9 Kota di Australia. Dari Sydney dan Melbourne saja sehari sudah bisa delapan hingga sembilan kali penerbangan PP karena marketnya besar sekali,” ungkap Handy.

 

Ia menambahkan Angkasa Pura I mencatat data periode Januari hingga Juli 2024, kedatangan wisman dari Australia sudah diangka 883.878 penumpang yang ke Bali.

 

Sementara itu, Direktur Utama Indonesia AirAsia, Veranita Yosephine, menyampaikan pihaknya akan memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik untuk seluruh penumpang dari Cairns yang ingin ke Bali dan ke lebih dari 130 destinasi di jaringan Grup AirAsia.

 

“Indonesia AirAsia turut berbangga dapat mendarat di Cairns untuk pertama kalinya hari ini. Pada saat yang sama, Indonesia AirAsia juga menghubungkan jutaan masyarakat Indonesia dan penumpang lain dari Asia dan sekitarnya melalui Bali ke gerbang masuk Tropical North Queensland,” ucap Veranita.

 

Veranita menambahkan bahwa Indonesia AirAsia melihat permintaan yang besar untuk rute langsung baru ini. 

 

Semua orang menyukai Bali, namun terdapat banyak peluang untuk memperkenalkan tempat-tempat indah di ujung utara Queensland kepada penumpang dari rute internasional, seperti Great Barrier Reef - salah satu dari tujuh keajaiban dunia, dan hutan hujan yang terkenal di dunia. 

 

Sebaliknya, Indonesia dan Asia secara umum terus menjadi destinasi favorit bagi warga Australia yang mencari pengalaman yang unik dan terjangkau.

 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), pada tahun 2023 jumlah wisatawan mancanegara asal Australia yang berkunjung ke Bali mencapai 1.324.410 wisatawan. 

 

Hal ini menjadikan Australia sebagai negara asal wisatawan mancanegara terbanyak atau atau memiliki proporsi 25,12 persen dari total wisatawan mancanegara yang datang ke Bali

 

Apabila dibandingkan dengan kondisi tahun 2022 hanya sebanyak 605.955 kunjungan, jumlah kedatangan wisatawan mancanegara dari Australia di tahun 2023 meningkat hingga dua kali lipatnya. 

 

Sehingga diharapkan dengan adanya penerbangan langsung dari Bali ke Cairns ini akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.(*)

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved