Berita Badung

Orang Asing Diduga Jadikan Vila Sebagai Sekolah, DPRD Badung Minta Imigrasi Turun Tangan

Orang Asing Diduga Jadikan Vila Sebagai Sekolah, DPRD Badung Minta Imigrasi Turun Tangan

istimewa
Orang Asing Diduga Jadikan Vila Sebagai Sekolah, DPRD Badung Minta Imigrasi Turun Tangan 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Operasi pengawasan orang asing terus dilakukan Imigrasi Ngurah Rai secara intensif karena dinilai mengambil lapangan kerja masyarakat setempat.

Beberapa waktu lalu, sebanyak 6 orang asing diamankan Imigrasi Ngurah Rai karena bekerja di salon.

Kini beredar informasi adanya aktivitas orang asing yang membuka sekolah di sebuah vila berkedok “development center”.

Baca juga: ANCAMAN Gempa Megathrust 9 SR Hantui Bali, Simak Bangunan Tenggelam ke Dalam Tanah dan Tsunami

Seluruh fasilitas vila tersebut diduga digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD), play grup dan taman kanak kanak.

Sekolah yang dimaksud adalah LDUP di Gang Jalak XI Tibubeneng Kuta Utara, Badung.

Menurut informasi, Co Founder sekolah tersebut berinisial JB, warga negara Ukraina. 

Baca juga: ANALISIS Gempa Megathrust di Bali 9 SR, Warga Kuta, Nusa Dua dan Lainnya Perhatikan Alat ini

Menanggapi adanya fakta tersebut, anggota DPRD Badung, Wayan Puspanegara meminta Pemkab Badung, Imigrasi dan Polda Bali serta Tim Pengawasan Orang Asing segera turun ke lokasi guna memeriksa. 

Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali mengatakan, pemerintah Badung harus segera bersikap karena terjadi penyalahgunaan akomodasi properti vila untuk kepentingan operasional sekolah.  

"Yang jelas aturan vila yang peruntukannya untuk akomodasi bukan untuk sekolah. Tidak sesuai peruntukannya.  Artinya kita minta supervisi, evaluasi, monitoring dari unit terkait (pemerintah, imigrasi, Polda Bali) harus lebih agresif karena ada kelemahan di sini," tegas Puspanegara saat dihubungi, Minggu (18/7/2024). 

Pantauan awak media di lokasi, terlihat gedung vila lantai tiga di Gang Jalak XI Tibubeneng Kuta Utara itu dijadikan pusat pendidikan anak.

Di depan pintu pagar gedung vila ini tertancap baliho besar bertuliskan nama pusat pendidikan tersebut.

Didepan gang masuk juga terpasang plang penunjuk arah ke dalam gang.

Plang itu tertulis nama sekolah tersebut. Tertulis juga plang sewa vila karena kawasan ini merupakan pemukiman dan vila

Dibagian depan, samping kiri dan kanan sekolah tersebut terlihat rumah warga dan sejumlah vila. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved