Berita Denpasar
Komit Jaga Ekosistem Laut, 19 Penyu dan 203 Tukik Masuk Program Konservasi Filantra dan TCEC Bali
Komit Jaga Ekosistem Laut, 19 Penyu dan 203 Tukik Masuk Program Konservasi Filantra dan TCEC Bali
TRIBUN-BALI.COM - Sebagai wujud kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem laut, Filantra bersinergi bersama Turtle Conservation and Education Center (TCEC) Bali melakukan kerjasama program konservasi penyu, di Turtle Conservation and Education Center, Jl. Tukad Punggawa, Serangan, Denpasar Selatan, Denpasar, Kamis (22/8/2024).
Kegiatan ini, merupakan salah satu bentuk dedikasi Filantra dalam menjaga kelestarian alam, dan mendukung upaya global dalam melindungi satwa laut yang terancam punah.
Filantra merupakan lembaga sosial yang memberikan konsultasi dan implementasi CSR, Community Development dan program sosial lainnya untuk menciptakan nilai lebih yang berkelanjutan.
Baca juga: Konsisten Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah, BSI Terima Penghargaan dari OJK
Kerjasama program ini akan berlangsung selama 1 tahun, terhitung mulai Juli 2024 sampai dengan Juni 2025. Sebanyak 19 penyu dan 203 tukik disupport melalui bantuan pakan. Adapun jenis penyu tersebut, yaitu penyu Hijau (Chelonia mydas), penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu Lekang (Lepidochelys olivacea).
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Lurah Serangan, Ni Wayan Sukanami S.E., M.M.; Jro Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha; Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA) Serangan, Ketut Sudana; LPM Kelurahan Serangan, M. Zulkifli, dan Direktur Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas, Wahyu Wijayanto,S.I.P., serta General Operation Manager Filantra, Azlia Sovni.
Baca juga: Serahkan Hidup Anda pada Takdir, Berikut Arti Mimpi Lotre
"Kami berupaya untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kerjasama dalam program CSR, TJSL, pengembangan masyarakat dan filantropi bersama mitra-mitra korporat, di mana animal welfare dan konservasi alam adalah salah satu fokus pilar Filantra. Itulah mengapa kami menjalankan program-program konservasi alam dan keanekaragaman hayati, termasuk program konservasi penyu bersama TCEC Bali," kata Wahyu Wijayanto.
Selain itu, program ini juga merupakan bentuk action plan konkret Filantra sebagai aggregator pengembangan Desa Wisata Serangan, yang dikerjasamakan bersama Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas dan PT. Bali Kerthi Development Fund Ventura (BDF) dalam MoU, pada Januari 2024.
"Bantuan konservasi penyu bersama TCEC Bali ini, kami wujudkan dalam bentuk bantuan pakan selama 1 tahun ke depan. Semoga, program ini bisa bermanfaat dan membantu penyu-penyu ini untuk bisa lestari," imbuhnya.
Seperti diketahui, seluruh jenis penyu telah termasuk ke dalam daftar Apendik I CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) atau konvensi tentang Perdagangan Internasional Spesies yang Terancam Punah. Konvensi tersebut, melarang seluruh bentuk perdagangan Internasional atas semua produk yang berasal dari penyu, baik itu berupa telur, daging, maupun cangkangnya.
Saat ini, spesies penyu telah mengalami penurunan jumlah populasi atau degradasi dalam kurun waktu terakhir ini, bahkan beberapa spesies terancam kepunahan.
Selain program ini, pihkanya juga menjalankan beragam program konservasi keanekaragman hayati lainnya, seperti program CSR pengembangbiakan Elang Jawa bersama PT Smelting di Sukabumi, Jawa barat, program bantuan pengembangbiakkan bersama Harimau Sumatera bersama Kitabisa.com dan BTS ARMY INA PROJECT di Balai Konservasi Taman Safari Bogor, bantuan pelestarian Dugong di Alor, NTT, serta program Traktir Pakan Satwa saat Pandemi Covid-19, di 19 kebun binatang di Indonesia.
"Kami berharap kerjasama ini bisa memberikan dampak positif bagi upaya konservasi penyu agar spesies ini bisa terhindar dari kepunahan. Terima kasih banyak juga atas kolaborasi dari TCEC dan dukungan dari Bappenas dan perangkat desa setempat. Semoga, upaya kolektif ini terus terjalin dan memberikan dampak yang berkelanjutan," ucap Azlia Sovni.
Sementara Direktur TCEC, I Made Sukanta menyampaikan terima kasih kepada Filantra yang bisa bergabung dalam upaya konservasi penyu bersama TCEC Bali. "Kami perlu dukungan dari masyarakat agar penyu-penyu ini bisa terus ada," ungkap Sukanta.
Hal senada juga disampaikan Lurah Serangan, Ni Wayan Sukanami. Pihaknya memberikan apresiasi atas terselenggaranya program ini, apalagi program ini untuk menyelamatkan penyu supaya tetap lestari.
Perizinan Nuanu di Pantai Nyanyi Tabanan Disebut Belum Lengkap, Ini Hasil Sidak DPRD Bali |
![]() |
---|
Dilaporkan Warga karena Bising, Pengunjung malah Viralkan Polisi Saat Datangi Kafe di Denpasar |
![]() |
---|
Ringankan Beban Umat, PHDI Denpasar Bali Akan Gelar Upacara Menek Kelih hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
4 Mantan Karyawan Berkomplot Lakukan Aksi Pencurian di Denpasar Bali, Gasak 6 Karton Vitamin Rambut |
![]() |
---|
3 Mobil Patroli Satpol PP Denpasar Bali Tak Laik Jalan Diajukan Untuk Penghapusan, Masih Miliki 7 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.