Bule Berulah di Bali
Bule Perampok di Blahbatuh Bali Diduga Depresi, Polres Gianyar Undang Psikiater
Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP M Gananta saat dikonfirmasi membenarkan bahwa terduga pelaku saat ini dalam keadaan depresi.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Satreskrim Polres Gianyar masih melakukan pemeriksaan terhadap Mikhail Kabulov warga negara Rusia, yang diduga hendak merampok sebuah mobil APV yang di Jalan Raya Goa Gajah, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali.
Sampai saat ini, pelaku yang berstatus investment belum banyak memberikan keterangan pada aparat.
Berdasarkan informasi dihimpun Tribun Bali, Rabu 4 September 2024, Kabulov masih ditahan di sel tahanan Polres Gianyar.
Secara fisik, ia terlihat masih bisa melakukan aktivitas seperti berdiri, berjalan dan sebagainya.
Baca juga: RIBUT dengan Pacar, Mabuk hingga Lukai Diri Sendiri, WNA Polandia Buat Onar di Nusa Penida
Namun diduga secara mental, ia saat ini dalam kondisi depresi.
Kasatreskrim Polres Gianyar, AKP M Gananta saat dikonfirmasi membenarkan bahwa terduga pelaku saat ini dalam keadaan depresi.
"Saat ini yang bersangkutan masih depresi. Kita akan undang psikiater," ujarnya.
Terkait dugaan pelaku terpengaruh zat psikotropika, Gananta belum bisa memastikan. Sebab masih dalam pendalaman.
"Masih kita dalami. Nanti hasilnya akan kita rilis," ujarnya.
Terkait selama di Bali WNA tersebut tinggal dimana, dan berinvestasi di bidang apa, Gananta belum menanggapi.
Sebelumnya, situasi kawasan Jalan Raya Goa Gajah, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali tegang, Senin 2 September 2024 pagi.
Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia, diamuk massa diduga karena merampok sebuah mobil APV abu-abu di seputaran desa tersebut.
Menurut seorang pengendara, Gede Sukarma mengatakan, saat itu ia dari arah Gianyar dengan tujuan ke Ubud.
Saat berada di Jalan Raya Goa Gajah, ia terjebak kemacetan parah.
Saat ia melihat ke arah depan, ia melihat di pertigaan di depan jalan menuju Pura Samuantiga ada sebuah kendaraan APV yang dihentikan oleh sejumlah warga dengan membawa bambu sepanjang sekitar dua meter dan ada juga yang membawa batu.
Dari dalam mobil lantas keluar WNA dengan ciri-ciri kulit putih, rambut hitam ikal, mengenakan kemeja biru, celana pendek dan ransel hitam.
Dari dalam ranselnya, WNA tersebut lantas mengeluarkan sebilah pisau lipat, lalu mengacung-acungkan ke arah warga.
"Di pertigaan, mobil yang dibawa WNA ini dihentikan oleh sejumlah warga. Dihalangi bambu sepanjang sekitar 2 meter, ada juga yang bawa batu. WNA itu keluar dari kendaraan, lalu lari ke arah barat. 10 meter dari kendaraan dia mengeluarkan pisau lipat, mengacungkan pada warga," ujar Sukarma asal Klungkung itu.
Lebih lanjut dijelaskan, saat itu warga tidak merasa gentar.
Terlebih lagi di sekitar mereka ada banyak batu, yang bisa digunakan untuk melindungi diri jika WNA ini nekat.
Tak berselang lama, kata Sukarma, ada seorang warga yang berhasil memukul punggung WNA menggunakan bambu.
"Ada salah satu warga berhasil memukul punggung tamunya pakai bambu. Lalu tamu lari ke arah barat sekitar 20 meter. Di barat itu saya tidak lihat. Saya hanya melihat tamu sudah terbaring di trotoar sebuah toko warung," ungkapnya.
Saat terbaring di tanah, kata Sukarma, massa langsung menghakimi. Ada yang menginjak, memukul dan sebagainya.
"Kata warga di sana, tamu (bule/WNA)-nya ngerampok mobil di selatan," ujarnya. (*)
Kumpulan Artikel Gianyar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.