Pilkada Bali 2024
Pertama Kampanye Bertepatan Hari Raya Galungan, KPU Badung Akan Adakan Pertemuan Dengan Tim Pemenang
Yusa Arsana menyarankan agar kampanye bisa dikemas dalam bentuk parade budaya yang tidak mengganggu jalannya kegiatan agama
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hari pertama kampanye pada Pilkada Serentak 2024 ternyata bertepatan dengan Hari Raya Suci Galungan 25 September 2024.
Kendati demikian untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung berencana akan melakukan koordinasi dengan pasangan calon (paslon) terkait mekanisme kampanye.
Bahkan diharapkan pada kampanye di hari pertama, bakal calon tidak menurunkan massa, sehingga situasi tetap kondusif.
Kendati demikian diharapkan kedua Bapaslon bisa mengerti dan memakluminya.
Baca juga: ISU Lingkungan & Emisi Disarankan Jadi Topik Debat Pilkada Bali 2024, Luhut Sentil Masalah Sampah!
Ketua KPU Badung, Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra mengakui akan segera mengadakan pertemuan dengan tim pemenangan kedua paslon, yakni I Wayan Suyasa-I Putu Alit Yandinata (Suyadinata) dan I Wayan Adi Arnawa-I Bagus Alit Sucipta (Adi-Cipta).
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas jadwal kampanye yang bertepatan dengan Hari Raya Galungan dan hari besar keagamaan lainnya.
"Kami akan berkoordinasi dengan paslon karena hari pertama kampanye itu bertepatan dengan Galungan," Katanya Minggu 6 September 2024.
Pihaknya berharap, kampanye yang bertepatan dengan hari raya besar dapat menghindari kegiatan berbasis massa, seperti show of force.
Mengingat hari raya besar di Bali agar berjalan secara kondusif begitu juga proses kampanye.
"Sejatinya paslon memiliki banyak opsi untuk menyampaikan visi-misi kepada masyarakat tanpa perlu mengerahkan massa dalam jumlah besar yang berpotensi mengganggu perayaan keagamaan," ujar Menurut Yusa Arsana.
Diakui, ada pilihan lain dalam menyampaikan visi-misi, misalnya dengan menggelar dharma santi, yang jelas tidak dilakukan di tempat ibadah.
Lebih lanjut, Yusa Arsana juga menyarankan agar kampanye bisa dikemas dalam bentuk parade budaya yang tidak mengganggu jalannya kegiatan agama, khususnya di tengah perayaan Galungan dan Kuningan, ketika umat Hindu aktif melakukan ritual keagamaan di luar rumah.
"Kami akan rapat dengan paslon untuk menentukan kegiatan apa yang bisa dilakukan saat kampanye yang bertepatan dengan hari raya. Namun, harapan kami, hindari show of force," tegasnya.
Sebagai informasi, KPU Badung telah mengumumkan hasil pemeriksaan kesehatan bagi bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Badung di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada.
Hasilnya, kedua paslon dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani.
Meskipun demikian, terdapat beberapa berkas administrasi yang masih perlu diperbaiki oleh bapaslon agar memenuhi syarat pencalonan.
Masa perbaikan diberikan hingga 8 September 2024, dengan penelitian ulang terhadap dokumen perbaikan yang berlangsung hingga 14 September 2024. (*)
Kumpulan Artikel Pilkada
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pertama-Kampanye-Bertepatan-Hari-Raya-Galungan-KPU-Badung-Akan.jpg)