Berita Gianyar
Tingkatkan Roh Leluhur, Desa Batuan Gianyar Gelar Upacara Nilapati
Desa Adat Batuan, Sukawati, Gianyar telah menjalani proses panjang upacara Pitra Yadnya dalam bentuk ngaben massal.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Desa Adat Batuan, Sukawati, Gianyar telah menjalani proses panjang upacara Pitra Yadnya dalam bentuk ngaben massal. Dalam acara puncak, mereka menggelar upacara nyekah nilapati, Jumat (13/9) hingga Sabtu (14/9). Upacara ini merupakan prosesi penyucian dan meningkatkan roh leluhur.
Sebelum sampai ke prosesi nilapati, sebelumnya telah berlangsung puncak Ngaben Massal yang diikuti 30 sawa, Sabtu (7/9). Dalam proses pembakaran, Ngaben Massal di Desa Adat Batuan tidak menggunakan petulangan mewah berupa lembu, singa atau bentuk lainnya, melainkan hanya bebean atau petulangan sederhana.
Pertimbangannya, karena desa adat ini mengedepankan filosofi kesetaraan dan kebersamaan. Pengurus upacara takut jika petulangan tak dibatasi, akan timbul ego masing-masing individu untuk membuat petulangan mewah, yang dapat menimbulkan persaingan antar individu. Kondisi tersebut juga menjadi penyebab membeludaknya pengeluaran upacara.
Dalam hal pendanaan, Upacara Pitra Yadnya ini dibiayai sebagian besar dari Desa Adat Batuan. Sebab desa ini memiliki penghasilan besar dari kunjungan wisatawan yang berwisata spiritual ke sini.
Baca juga: Kadek Turkini Pimpin Fraksi PDIP, Ngurah Arya Jadi Ketua Baru DPRD Buleleng
Baca juga: Kronologis Aksi Penjambretan di Kelusu Gianyar, Motor Kadek Arik Dipepet, Sempat Kejar Pelaku
Perkiraan biaya yang dihabiskan sekitar Rp 300 juta, komposisi pembiayaan berasal dari 50 persen dana desa adat, 30 persen LPD Batuan, sisanya krama pengarep, serta bantuan pemerintah dan swasta. Sesuai aturan adat, upacara Pitra Yadnya massal di Desa Adat Batuan digelar setiap 3 tahun sekali.
Ketua Umum Pitra Yadnya Desa Batuan, I Wayan Sudha menjelaskan, dalam upacara nilapati diikuti oleh 104 puspa sekah dan 1 sangge Bhatara Lingga. Tingginya jumlah Puspa sekah dibandingkan sawa saat ngaben karena ada beberapa masyarakat luar desa adat yang mengikuti prosesi ini. Serta, ada juga sawa yang sudah disekah, kembali mengikuti upacara ini.
Sebab, melalui upacara nilapati ini, kata dia, menyimpan harapan Hyang Pitara atau orang yang telah meninggal dan diupacarai dalam Pitra Yadnya, dapat menyatu dengan Brahman atau Sang Pencipta/Moksa. "Karena sesungguhnya tujuan agama Hindu adalah Moksartham Jagadhita ya Ca Iti Dharma," jelasnya.
Adapun prosesi dalam upacara nilapati ini, kata dia, daksina linggih yang menyimbolkan Bhatara Hyang (roh orang meninggal yang diupacarai) akan dipralina (dimusnahkan) dengan cara dibakar. Kemudian abunya dimasukkan ke dalam 'bungkak nyuh gading' lalu ditanam di belakang Pelinggih Rongtiga di masing-masing sanggah.
Sudha menjelaskan, hal tersebut merupakan simbol bahwa Dewa Pitara atau Hyang Pitara kembali ke nol atau kosong (sunia). "Bhatara Hyang yang telah disucikan kini ditempatkan di ruang paling tengah dari Pelinggih Rongtiga, dengan harapan Hyang Pitara bisa menyatu dengan Brahman," ujar pensiunan ASN Pemkab Gianyar ini.
Rangkaian prosesi nilapati dimulai dari ngangkid di Pantai Purnama yang dipimpin Ida Pandita Mpu Kidul Dwija Maha Sidhi Manik Mas daei Griya Sakti Kidul Pancaka Tirta Manik Mas Batuan. Dilanjutkan dengan ngajum sekah di Bale Peyadnyan di halaman luar Pura Dalem Alas Arum. Lalu meminta air murni (toya ning) di Pura Beji. Dilanjutkan mendak lembu, ngab puspa dan Mepetik, dan mapurwadhaksina. Selanjutnya puspa (simbol roh) naik ke petak, prosesinya dipimpin empat sulinggih (orang suci).
Setelah itu dilaksanakan pengaskara, puja pitra, pamrelina, ngeliwet yang dipimpin 3 sulinggih. "Malamnya dilakukan mrelina sekah atau ngeseng, ngambe lan ayaban sekah tunggal," ujarnya seizin Bendesa Batuan I Nyoman Megawan. (weg)
| Pria Asal NTT Ditangkap di Gianyar Usai Curi Peralatan Proyek Padel di Canggu |
|
|---|
| Tangis Kadek Raditya Pecah Saksikan Jenazah Agus Terdampar di Pantai Saba Gianyar |
|
|---|
| HUT Kota Gianyar Bali, Pemkab Gaungkan Olahraga Tradisional |
|
|---|
| Deputi PAN-RB Puji Pelayanan Penuh Senyum MPP Gianyar Bali, Manfaatkan Kemajuan Teknologi |
|
|---|
| ANTISIPASI Gangguan Keamanan Dampak Kondisi Global, Polres Gianyar Cek Kesiapan Sarpras dan Pasukan! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/svsvdebebdrnrdnatna.jpg)