Berita Bali
Seniman Bali Digandeng Perusahaan Ternama Jerman Beri Workshop Kerajinan Limbah Daur Ulang
Seniman Bali Digandeng Perusahaan Jerman Rintisan Johannes Birkenstock Beri Workshop Kerajinan Limbah Daur Ulang
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seniman asal Bali, Ida Bagus Putra Baruna di usianya yang sudah tidak muda lagi, terus memberikan sumbangsih dalam menciptakan produk kerajinan atau seni yang menggunakan bahan atau material daur ulang.
Kepiawaian mengakar dari Pengelola Oka Kartini Art Centre yang diigarap bersama anak dan istri ini dilirik perusahaan ternama asal Jerman yang dirintis oleh Johannes Birkenstock sejak 250 tahun lalu. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pulau Dewata.
Seniman Ubud itu digandeng setelah melalui proses yang selektif dan melihat track record terhadap keberpihakan lingkungan.
Ida Bagus Putra Baruna menjadi partner local artist dengan memadukan antara kreativitas dan inovasi, yang merupakan tokoh inspiratif Bali menginspirasi lewat keuletannya dalam dunia bisnis dan kecintaannya dalam dunia seni.
Hadir membawa workshop eksklusif kerajinan kulit dengan mengubah bahan-bahan produksi sisa menjadi karya seni daur ulang yang indah.
Pengalaman langsung ini tidak hanya mendorong kreativitas tetapi juga keberlanjutan dimana hal ini sejalan dengan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan.
Baca juga: VIDEO Dekorasi di IKN Saat Perayaan HUT ke-79 RI Banjir Pujian, Ternyata Libatkan Seniman Ubud
"Kuncinya adalah berimajinasi, saya menggabungkan atau cross culture Bali dan Jogja, saya kerap memberikan kelas seni kulit sapi. Selain itu, istri dan anak juga terlibat dalam satu misi dalam seni, sehingga bisa menggelar workshop 20 kali dalam sebulan," ujar Ida Bagus Putra Baruna kepada Tribun Bali, pada Minggu 15 September 2024.
Baruna mengatakan pada awal bulan September 2024 lalu dirinya digandeng untuk memberikan Workshop khusus merayakan 250 tahun perjalanan dengan mengusung tema Sustainability di Titik Dua Space, Ubud, Gianyar, Bali. Baruna bersama tim Oka Kartini memberikan workshop memahat kulit.
Tak hanya itu, saat itu juga digelar morning walking di Bukit Campuhan Ubud bersama influencer menggunakan footwear dari Birkenstock untuk berbagi pengalaman. Dilanjutkan dengan menelusuri pasar seni Ubud dan Puri Ubud.
Hingga pada destinasi terakhir, yaitu perjalanan menyusuri keindahan Ubud Palace, yang memperlihatkan warisan budaya Bali.
Chief Marketing Officer MAP Active Daniel Hagmeijer menceritakan sejak dilahirkan tahun 1774 oleh Johannes Birkenstock, bukan hanya membuat sepatu tetapi juga menandai gaya hidup yang nyaman dan terus selaras sesuai perkembangan era untuk tiap generasi di abad berikutnya.
Menurutnya setiap koleksi yang dihadirkan tidak hanya mencerminkan evolusi desain, namun juga menjadi bukti dedikasi terhadap warisan dan keaslian yang telah terjaga selama berabad-abad.
Kemudian menapaki pasar Indonesia sejak tahun 2014 atau satu dasawarsa terakhir yang kini sudah membuka outlet di Bali dan kota-kota lain di Indonesia seperti Tangerang, Surabaya, Jakarta, Semarang, Bekasi, Balikapapan, Makassar, Bandung, Depok, Bogor, Medan, dan Batam.
"Kami merasakan perjalanan santai menikmati keindahan Ubud, yang menggambarkan bagaimana Birkenstock peduli pada kenyamanan dan alam," ujarnya.
Selain itu pihaknya juga menggelar pameran eksklusif Henry Leutwyler - Walk This Way Travelling Exhibition
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.