Berita Nasional
Kasau Marsekal TNI Tonny: Peran Teknologi Dirgantara dalam Misi Kemanusiaan & Penanggulangan Bencana
Teknologi ini dinilai penting dalam mempercepat respons dan koordinasi dalam operasi kemanusiaan di tengah kondisi global yang penuh dengan tantangan.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, hari ini resmi membuka Bali Regional Air and Space Power Forum 2024 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kawasan Pariwisata The Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Forum ini merupakan ajang internasional untuk membahas peran teknologi dirgantara dalam operasi Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), terutama dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.
Forum ini mengusung tema "Keamanan untuk Semua: Masa Depan Teknologi Dirgantara dan Perannya terhadap Misi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief - HADR)."
Kasau Marsekal TNI Tonny menekankan pentingnya kesiapan dan kolaborasi internasional dalam menghadapi bencana.
Baca juga: Menhub Budi: Indonesia Akan Kembangkan Avtur Ramah Lingkungan
“Indonesia, yang berada di cincin api Pasifik, memiliki risiko tinggi terhadap bencana alam. Teknologi dirgantara, termasuk UAV dan satelit, sangat vital dalam meningkatkan efektivitas operasi HADR, menyelamatkan nyawa, serta meminimalkan dampak kerusakan," ujar Kasau.
Forum diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara, dan dihadiri lebih dari 200 peserta dari berbagai negara, lembaga internasional, akademisi, serta sektor industri.
Forum ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait teknologi kedirgantaraan dan operasional HADR.
Bali Regional Air and Space Power Forum 2024 menghadirkan sejumlah pembicara dengan topik perkembangan terbaru di bidang teknologi dirgantara, termasuk UAV, satelit, dan sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance).
Teknologi ini dinilai penting dalam mempercepat respons dan koordinasi dalam operasi kemanusiaan di tengah kondisi global yang penuh dengan tantangan.
Sebagai pembicara pertama adalah Zakir Hamid selaku Head of Region Asia Pacific & China Airbus Defence & Space dengan Topik “Trends and Prediction: The Future of Aerospace Technology".
Pembicara kedua adalah Andi Widjajanto selaku Senior Advisor of Lab 45, dengan topik "General Overview and Evolution of HADR Operation in Indonesia".
Selanjutnya Dr. Alistair D. B. Cook, Coordinator of HADR Programme and Senior Fellow, NTS Centre, RSIS, NTU dengan topik "Understanding Disasters and Humanitarian Action in the Asia-Pacific".
Dan Colonel Richard F. Ganske, Chief of the Strategic Competition Division Headquarters Pacific Air Forces (PACAF) tentang “The Role of Air Force in HADR Operation and Lesson Learned from the US.”
Sesi kedua menghadirkan Dr. Ir. Udrekh, selaku Director of Risk Mapping & Evaluation Disaster Countermeasure National Agency (BNPB) dengan paparan “Lesson Learned of the Role of Air Operations for HADR Mission from Indonesia”.
Selanjutnya José Juan Corcía Palomo, Head of South East Asia for Airbus Defence & Space Division membahas “Current and Future Development of Aerospace and Drone Technology: How Relevant is it for HADR Operation?”.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.