Pilkada 2024
Pramono Anung: Saya Memulai dari Nol Persen, Sangat Yakin Elektabilitasnya Terus Naik Tiap Pekan
Survei ini melibatkan 1.200 responden yang seluruhnya merupakan warga Jakarta berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah.
TRIBUN-BALI.COM - Jajak pendapat Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan elektabilitas bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus pada Pilkada Jakarta 2024 berada di posisi teratas dengan angka 51,8 persen. Pasangan Ridwan Kamil-Suswono unggul atas dua pesaingnya.
Elektabilitas bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI Perjuangan, Pramono Anung-Rano Karno di posisi kedua dengan raihan 28,4 persen.
Calon independen, Dharma Pongrekun-Kun Wardana sebesar 3,2 persen. Survei dilaksanakan pada 6-12 September 2024.
Dalam survei tersebut, terdapat 3,9 persen responden yang menyatakan tidak tahu dan tidak menjawab pilihan mereka terhadap bakal calon gubernur dan wakil gubernur.
Survei ini melibatkan 1.200 responden yang seluruhnya merupakan warga Jakarta berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah.
Baca juga: TIDAK Mau Balas, Nyoman Sukena Biar Pada Karma, Disambut Tangis Istri Usai Bebas Kasus Landak Jawa
Baca juga: Dispar Upayakan Nusa Penida Festival Tetap Digelar Tahun 2024 Ini, Simak Alasannya
Responden dipilih menggunakan metode multistage. Sementara, survei dilakukan secara tatap muka. Dengan metode tersebut, margin of error dalam survei ini lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pramono Anung menilai wajar jika elektabilitasnya saat ini masih kalah dengan pasangan Ridwan Kamil-Suswono. "Kan saya memulai dari nol persen, belum ada sepekan (elektabilitas) sudah 28,4 persen, artinya apa? publik memberikan dukungan yang luar biasa (untuk saya)," ujar Pramono, Rabu (18/9).
Ia justru tak menyangka hasil survei elektabilitasnya sudah mencapai 28,4 persen. Pramono berterima kasih kepada masyarakat Jakarta karena sudah menerimanya dengan baik. "Saya berterima kasih, berarti apa yang saya lakukan dalam bersosialisasi ini diterima dengan baik oleh masyarakat," kata Pramono.
Pramono Anung optimistis elektabilitasnya akan terus naik dalam tiap pekan. "Saya tambah optimistis, ini aja baru seminggu (elektabilitasnya) sudah 28,4 persen, saya yakin minggu depan udah berbeda lagi," ujar Pramono.
Sekretaris Kabinet ini mengatakan, masih banyak waktu untuk menggenjot elektabilitasnya. Salah satunya melalui debat antar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang akan diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Kan baru seminggu, ini masih dua bulan lebih, apalagi nanti belum debat, dan sebagainya," kata Pramono.
Politisi senior PDI Perjuangan ini optimistis banyak warga yang mendukungnya untuk memenangi kontestasi Pilkada Jakarta 2024. "Saya merasa yang paling utama adalah bagaimana setiap saya datang ke warga, mereka itu memberikan dukungan dari wajah dan sinar mata nya yang benar-benar ingin memberikan dukungan dengan baik," ujar Pramono.
Temui Ahok
Siang kemarin, Pramono Anung bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok di Simpang Susun Semanggi, Jakarta. Di sana Pramono berjanji akan menyelesaikan persoalan Kampung Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pramono mengatakan, ia dan Rano Karno akan meneruskan legacy yang baik dari gubernur terdahulu jika terpilih di Pilkada Jakarta 2024. "Saya berjanji akan menyelesaikan persoalan Kampung Bayam," kata Pramono di lokasi.
Pramono berjanji akan menuntaskan beberapa pembangunan yang digagas para gubernur DKI Jakarta terdahulu. "Termasuk tadi yang disampaikan Pak Ahok tentang Monas, tentang Simpang Semanggi dan lain-lain," ucapnya.
Mantan Sekretaris Kabinet ini juga berjanji akan menghidupkan kembali Kalijodo yang dibangun era Ahok. Tak hanya itu, Jakarta International Stadium (JIS) yang dibangun Gubernur Anies Baswedan juga akan dilanjutkan.
"Termasuk peninggalan Mas Anies di JIS dan sebagainya. Saya mungkin berbeda dengan calon gubernur lain yang akan membuat JIS baru. Kalau saya enggak, saya akan benar-benar berkonsentrasi melakukan pembenahan infrastruktur nya diperbaiki," tegas Pramono. (kompas.com/tribunnews)
Kerja Sama dengan Swasta
Sementara itu, Ahok mengatakan, Pramono-Rano menemuinya untuk mengetahui tentang konsep Simpang Susun Semanggi yang dibuatnya.
Ia menjelaskan, dana yang dipakai untuk membangun Simpang Susun Semanggi bukan berasal dari dana tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) perusahaan. "Ini kewajiban dari Mori Building Company dari perusahaan Jepang. Ini ada kajian dari timnya Universitas Tarumanegara," kata Ahok.
Ahok mengatakan kebijakannya membangun Simpang Susun Semanggi menguntungkan semua pihak. Ahok berharap pasangan Pramono-Rano bisa bekerja sama dengan pihak swasta apabila terpilih di Pilkada Jakarta 2024.
"Jadi si pengembang juga akan dinaikan nambah keuntungan, jadi dia dikasih kontribusi sama kita membangun jembatan Semanggi, termasuk trotoar ini semua tuh dari mereka, dana mereka," ujarnya. (kompas.com/tribunnews)
Sertijab di Bali Batal, Kepala Daerah Dilantik 20 Februari, Biaya Retret Full Pakai APBN |
![]() |
---|
TITO Beri Usulan 3 Opsi Ihwal Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Pemenang Pilkada Serentak 2024 |
![]() |
---|
SEJARAH Baru Indonesia, Presiden Prabowo Lantik Semua Pemenang Pilkada Serentak 2024 |
![]() |
---|
Besok PJ Gubernur Bali Nyoblos di TPS Kayumas, Pilih Siapa? |
![]() |
---|
Sosok Komang Budi Arcana, Maju Jadi Wakil Bupati di Sulbar, Pernah Sekolah di Kesiman & Buleleng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.