PON 2024

Pemerhati Olahraga Bali Satya Wibhawa: Atlet Tambah Ratusan, Emas Hanya Tambah 8 di PON 2024

cabor maupun KONI Bali mulai mempersiapkan pembibitan atlet muda agar siap berkompetisi pada PON 4 tahun mendatang. 

Tribun Bali/Adrian
Pertandingan Tim Rugby Bali meraih medali emas PON XXI/2024 di Aceh. Tim Rugby Putri Bali berhasil mendulang medali emas setelah mengalahkan lawannya tim Daerah Istimewa Yogyakarta dalam PON 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - JIKA dilihat perolehan medali kontingen Bali di PON 2024 tentu sangat disayangkan. 

Padahal jumlah atlet yang dikirimkan dalam PON XXI/2024 Aceh-Sumut ini dua kali lipat dari PON XX/2021 di Papua lalu. 

Pada PON Papua 2021, Bali mengirimkan 235 atlet. 

Sementara pada PON XXI Aceh dan Sumatera Utara 2024, Bali mengirimkan 549 atlet. 

Baca juga: Target Bali Meleset, Rebut 36 Medali Emas di PON, Cricket Juara Umum, Sejumlah Atlet Ukir Sejarah

Untuk perolehan medali khususnya emas, pada PON XX Papua, Bali memperoleh 28 medali emas dari 235 atlet. 

Sedangkan dengan penambahan sebanyak 314 atlet, jumlah medali emas yang bertambah hanya 8 keping alias 36 emas. 

Bila dilihat catatan PON di Papua, bisa dibilang terdapat penurunan jumlah medali yang didapatkan daripada PON Aceh Sumut, jika dilihat dengan jumlah atletnya yang lebih banyak. 

Ini menjadi pertanyaan tersendiri kepada Pengprov, apa yang terjadi terhadap pembinaan atlet dalam 4 tahun terakhir ini. 

Untuk cabang-cabang olahraga unggulan yang meleset dari target perolehan medali, menjadi pekerjaan rumah bagi masing-masing cabang olahraga untuk melakukan evaluasi pasca event akbar 4 tahunan ini. 

Hal ini harus dikembalikan ke pembina masing-masing cabang olahraga. 

Apakah target meleset karena ada mis dalam pembinaan, dan tentu yang tidak ditargetkan tetapi malah mendapat medali harus diapresiasi.

Ke depan, cabor maupun KONI Bali mulai mempersiapkan pembibitan atlet muda agar siap berkompetisi pada PON 4 tahun mendatang. 

Persiapan pembibitan atlet muda. Lebih banyak kompetisi untuk atlet-atletnya. Dan juga apresiasi berupa bonus untuk memotivasi atlet. 

Sehingga, untuk mempertahankan medali emas, perlu maintenance dari para atlet agar tidak mudah puas atas prestasi masa lalu. 

Namun jika masih memiliki kesempatan terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri agar bisa terus mengukir prestasi baik di kancah nasional maupun internasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved