Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

PON 2024

Target Bali Meleset Hanya 36 Medali Emas di PON 2024, Ini Daftar Cabor Penyumbang Emas, Cricket Top

Perhelatan multi-event Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh- Sumatera Utara (Sumut) telah berakhir, Jumat (20/9) malam. Hasilnya, target

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ady Sucipto
istimewa
Tim Cricket PON Bali - Tim Cricket Bali Panen Emas di PON 2024, Arka: Jika Sukses Kawin Emas Jadi Juara Umum 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perhelatan multi-event Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh- Sumatera Utara (Sumut) telah berakhir, Jumat (20/9) malam. Hasilnya, target kontingen Provinsi Bali meleset. 

Dilihat dari perolehan medali emas, pencapaian Bali di PON XXI/2024 lebih baik dari PON XX/2021 Papua. Dari 28 emas di Papua, meningkat menjadi 36 emas di Aceh-Sumut.

Namun dari target yang dicanangkan, raihan 36 medali emas ini jauh meleset. Pasalnya, KONI Bali memasang angka 45 medali emas di PON 2024 ini.

Baca juga: Prestasi di Ajang PON Aceh, Tim Rugby Putri Bali Cetak Sejarah Raih Medali Emas Sepanjang Masa PON

Pada PON kali ini, kontingen Bali yang menerjunkan lebih dari 500 atlet dari puluhan cabang olahraga dan nomor yang dipertandingkan.

Saldo keseluruhan, Bali mengoleksi sebanyak 134 medali. Terdiri dari 36 medali emas, 38 medali perak, dan 60 medali perunggu.

Terjadi peningkatan dari raihan pada PON XX Papua tahun 2021, namun dari posisi mengalami penurunan.

Pada PON 2021, Bali menduduki posisi 5 besar dengan mengemas 28 emas, 25 perak, dan 53 perunggu.

Sementara di PON 2024 posisi Bali turun dua tingkat ke peringkat ke 7.

Dari klasemen perolehan medali, penghuni papan atas tak berubah dengan PON XX lalu yang dijuarai Jawa Barat.

Pada PON XXI kali ini, Jawa Barat kembali tampil teratas disusul DKI Jakarta dan Jawa Timur. Formasi yang sama dengan klasemen tahun 2020 lalu.

Sedangkan peringkat 4 PON XX lalu, Papua merosot ke posisi 13. Jawa Tengah yang PON sebelumnya satu tingkat di bawah Bali, pada PON XXI kali ini menyalip di atas Bali, atau menempati posisi 5 milik Bali pada PON XX.

Dua provinsi tuan rumah, Aceh dan Sumut juga mengalami peningkatan prestasi. Pada PON XXI, Sumut menempati posisi ke-4, dan Aceh ke-5.

Baca juga: Tren Prestasi Kontingen Bali Dalam PON XXI/2024, Meningkat Tapi Belum Menembus

Penyumbang Emas

Sedari awal, KONI Bali tidak menargetkan peringkat atau klasemen perolehan medali. Akan tetapi menargetkan jumlah medali emas.

Jika ditilik dari jumlah target, perolehan medali emas meleset dari target. KONI menetapkan target 45 medali emas, namun hanya terealisasi 36 emas. Meleset lagi 9 emas.

Adapun 36 medali emas yang diraih Bali terdiri dari 11 keping emas dari cabang olahraga yang berlaga di Aceh, dan 25 keping emas diraih oleh patriot olahraga yang berlaga di Sumatera Utara.

Ke-19 cabang olahraga yang memperoleh medali emas meliputi, cricket 6 medali emas, tarung derajat 3 medali emas, gateball 3 medali emas, dan atletik 3 medali emas.

Kemudian judo, kempo, dansa, renang, biliar, dan kabaddi masing-masing 2 medali emas.

Sementara rugby, menembak, layar, selam laut, taekwondo, karate, balap sepeda, tenis meja, dan golf masing-masing 1 medali emas.

Ketua Umum KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, menyampaikan apresiasinya untuk para patriot olahraga, bahwa meraih medali emas tidaklah mudah dan membutuhkan proses yang panjang.

"Saya terima kasih kepada cabor dan panitia yang luar biasa. Ada beberapa cabor mendapatkan emas di Aceh dan Sumut. Begitulah jadi juara tidak gampang untuk mendapatkan medali seperti saya sampaikan by proses panjang, berkelanjutan dan berjenjang, dengan sportivitas," ujar Oka Darmawan kepada Tribun Bali, Jumat (20/9).

Berdasarkan hasil keseluruhan terdapat sejumlah cabor yang turun dalam PON 2024 yang mampu membuat kejutan. Kejutan itu hadir dari cabor-cabor seperti biliar, tenis meja, atletik di nomor 4 X 400 estafet putri, dan gateball.

Di sisi lain, ada pula cabor yang diunggulkan untuk merebut emas namun kurang optimal. Seperti panjat tebing perorangan putri. 

Atlet Olimpiade Bali Desak Made Rita Kusuma Dewi harus merelakan emas yang diraihnya ada PON XX lalu ke tangan atlet Olimpiade Jawa Barat Rajiah Salsabillah. Adapun Desak Rita harus puas dengan medali perak. 

"Ada beberapa kejutan dan catatan sejarah yang dibuat, dan hal ini merupakan hasil maksimal. Saya ucapkan selamat kepada atlet yang meraih pretasi, sedangkan bagi atlet yang belum agar terus melakukan pelatihan untuk event-event selanjutnya," ujar Oka Darmawan.

 

Baca juga: Update Perolehan Medali PON 2024: Jawa Barat & DKI Jakarta Ketat, Kontingen Bali Raih 28 Medali Emas

Ukir Sejarah

Adapun atlet yang berhasil mengukir sejarah di antaranya ganda snooker Bali, I Putu Edy Wirawan 'Kingkong' bersama I Kadek Sugiartha 'Patkay’.

Keduanya mencetak sejarah di cabor biliar dengan membawa pulang 2 keping medali emas. 

Kepingan emas ini sudah menjadi penantian biliar Bali sejak pertama kali meraih emas pada PON 2008 Kalimantan Timur. Di tahun 2024 ini langsung ngegas mendapatkan 2 emas. 

Emas pertama diraih Kingkong dan Patkay dengan mengalahkan lawannya atlet Jawa Tengah pasangan top Yoni Rahmanto/Ricky Yang, pada nomor 6 Reds Double di partai final.

Pasangan Bali ini kemudian mengulang kesuksesannya pada nomor 15 Reds Double Putra.

"Bali sukses cetak sejarah 2 emas. Khusus snooker ini adalah pencapaian tertinggi, di level kejurnas, dulu paling mentok dapat perunggu. Perjuangan atlet layak diapresiasi," kata pelatih tim biliar PON Bali, Welly Soedarno.

Tim Rugby Putri Bali berhasil mendulang medali emas setelah mengalahkan lawannya tim Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perolehan emas ini sekaligus mengukir sejarah pertama kalinya tim rugby Bali membawa pulang emas sepanjang masa perhelatan PON.

"Setelah masuk final, kami belajar dari PON Papua. Akhirnya kami menyelesaikan pertandingan di final melawan Jogja dengan skor cukup telak. Kami mencetak sejarah emas pertama,” kata Pelatih Tim Rugby Bali, Wira Ditta Lokantara.

Berlanjut di cabor lain, hasil tidak mengkhianati usaha, peribahasa itulah yang patut disematkan kepada pasangan ganda campuran tenis meja Bali I Komang Sugita dan Made Sisca Pratiwi

Sugita dan Sisca akhirnya sukses mengukir prestasi membawa harum nama Bali, sekaligus mengakhiri penantian mendapatkan medali emas sepanjang masa di PON.

Penantian itu akhirnya pecah di PON XXI/2024 Aceh-Sumut sejak PON edisi perdana di Surakarta tahun 1948 silam. Akhirnya emas cabor tenis meja dibawa pulang ke Bali.

Hasil ini juga di luar ekspektasi karena kontingen dari provinsi lainlah yang sejatinya berstatus unggulan. Namun Sugita dan Sisca mengaburkan hal itu. Kedua atlet asal Buleleng ini membuktikan bahwa Bali lah yang kini menjadi yang terbaik.

"Sejarah bagi tenis meja Bali. Dari PON pertama belum pernah dapat emas, dan sekarang baru pecah," kata Pelatih tim tenis meja PON Bali, I Gede Ardika, yang juga orangtua dari Sisca.

Kemudian, judoka putri si kembar asal Bali, Ni Made Sukerti (19) dan Ni Nyoman Suwitri (19), juga turut sukses membawa pulang medali emas dalam debutnya di ajang PON.

Kembar Sukerti-Suwitri mendulang emas saat tampil pada nomor seni ju no kata putri, di Gelanggang Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Nomor ju no kata merupakan nomor yang baru dipertandingkan dalam PON Aceh-Sumut ini. Dan perolehan emas dari si kembar ini juga menjadi kejutan bagi sang pelatih.

Sukerti-Suwitri meraih emas dengan total nilai yang didapatkan 373, disusul pasangan Jawa Barat yang meraih medali perak dengan angka 367, dan medali perunggu bersama didapat pasangan Jawa Tengah dengan nilai 365,5, dan Banten 345,5.

"Mereka luar biasa, masih muda 19 tahun menyumbangkan medali emas untuk Bali, dan ini pertamakalinya mereka tampil di PON dan langsung mendapatkan emas," kata Pelatih Judo Putri Bali, Dewa Ayu Watra Putriningsih. 

Cricket Juara Umum 

Satu-satunya cabang olahraga Bali yang mampu keluar sebagai juara umum ialah tim Cricket Bali. Mereka mengemas 6 medali emas, 1 medali perak, dan 1 perunggu.

Capaian tersebut meningkat dua kali lipat dibanding hasil PON XX/2020 Papua dimana Bali dengan status juara umum meraih 3 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Ketua Umum Pengprov PCI Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka, menyampaikan bahwa target sebenarnya dari Tim Cricket Bali ialah 8 medali emas.

Meski begitu, pihaknya mengapresiasi kerja keras tim Cricket Bali yang tetap tampil sebagai juara umum di cabor ini.

"Terima kasih perjuangan atlet yang tak kenal lelah dari awal sampai akhir. Sebenarnya ini melenceng 2 emas dari total 8 emas. Niat kami sapu bersih semua emas di 8 nomor yang dipertandingkan," ujar Tri Candra Arka.

Sementara itu, Taekwondo Bali menyumbang perolehan 8 medali. Tim TI Bali menorehkan 1 medali emas, 2 perak, dan 5 medali perunggu.

Sumbangsih medali kali ini melebihi pencapaian medali pada PON XX 2022 di Papua lalu. Kala itu, tim Taekwondo Bali meraih 1 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.

Satu-satunya medali emas tetap dipertahankan oleh taekwondoin yang sama, yakni Ni Kadek Heni Prikasih. (ian)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved