Pilgub Bali

Giri Prasta Sebut Defisit Anggaran Provinsi Bali Perkara Mudah

Calon Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta menyebut solusi masalah defisit anggaran yang dialami Pemprov Bali adalah perkara mudah.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Giri Prasta saat ditemui usai kampanye di Kecamatan Buleleng. Kamis (3/10/2024) 

Giri Prasta Sebut Defisit Anggaran Provinsi Bali Perkara Mudah


TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Calon Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta menyebut solusi masalah defisit anggaran yang dialami Pemprov Bali adalah perkara mudah.

Pihaknya pun memastikan seluruh program yang dijanjikan bisa tetap direalisasikan, kendati harus ditunda sementara.

Dari data yang dihimpun, pada APBD induk 2024 defisit anggaran Bali sebesar Rp563 miliar lebih.

Baca juga: KPU Harapkan Debat Ala "Sangkep", Debat Pilkada Klungkung Dirancang 2 Kali

Jumlah defisit ini pun bertambah di APBD Perubahan 2024, menjadi Rp926 miliar lebih atau hampir Rp1 triliun. 

Giri Prasta yang ditemui usai menggelar kampanye di Kabupaten Buleleng mengatakan, defisit anggaran pada keuangan pemerintah merupakan hal wajar.

Adapun dengan adanya defisit, maka program yang telah dicanangkan bisa ditunda sementara.

Baca juga: Tunggu Sinyal KPU, Satpol PP Siap Sapu Bersih Baliho dan APD Paslon Pilkada di Badung

"Apabila program tidak bisa dilaksanakan di tahun 2024, bisa ditunaikan pada tahun 2025," ucapnya, Kamis (3/10/2024).

Lanjut Giri Prasta, solusi ihwal defisit ini merupakan perkara mudah.

Yakni dengan mengoptimalkan pendapatan tambahan, salah satunya dari pajak dan retribusi wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali sebesar Rp150 ribu. 

"Kalau ini (pajak dan retribusi wisman) pure kita lakukan dengan baik, itu (pendapatannya) di atas Rp1 Triliun. Kedua kita bisa mengandalkan pendapatan lain-lain yang sah," tegasnya. 

Baca juga: Patroli Malam dan Medsos, Upaya Polisi di Gianyar Perkuat Pengamanan Pilkada 2024

Tak hanya itu, Giri Prasta menegaskan Kabupaten Badung juga akan mem-backup penuh keuangan Provinsi Bali yang sedang dalam kondisi defisit.

Caranya dengan memberikan bantuan keuangan kepada masing-masing kabupaten. 

"Kami berpikir sederhana. Dari konsep filosofi, itu sudah dirancang oleh para leluhur kami di Bali. Kedua dari aspek yuridis itu dibolehkan, dan dari aspek sosiologis, kita itu bersaudara."

Baca juga: Patroli Malam dan Medsos, Upaya Polisi di Gianyar Perkuat Pengamanan Pilkada 2024

"Dengan tagline kita 'Vasudhaiva Kutumbakam', ketika kita sebagai umat yang sekarang ini tidak bisa membangun pulau Dewata yang kita cintai bersama dengan infrastruktur, lalu anak cucu kita bagaimana? Ini demi kesejahteraan, kebahagiaan, daripada masyarakat pulau Bali ini dengan rasa keadilan," tandas Bupati Badung dua periode ini. (*)

 

Berita lainnya di Pilgub Bali

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved