Berita Bali

Kemkominfo Ajak Gen Z di Bali Memproduksi Konten Video Informasi yang Positif

pada kegiatan ini pihaknya menghadirkan sosok content creator traveler, Amalia Tambunan yang juga sebagai MC dan TV Host.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana peserta kegiatan Kumpul Sobat Negeriku saat membuat konten video cara membuat canang - Kemkominfo Ajak Gen Z di Bali Memproduksi Konten Video Informasi yang Positif 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui program Teras Negeriku menggelar kegiatan bertajuk 'Kumpul Sobat Negeriku' dengan tema "Muda Berkarya di Pulau Dewata" pada Selasa 8 Oktober 2024 di Kuta, Badung, Bali.

Puluhan anak muda dari gen Z khususnya content creator muda di wilayah Provinsi Bali diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Ini adalah kota kelima, sebelumnya kita road show di beberapa kota Pulau Jawa, Sumatera dan kali ini di Bali," ujar Founder dan Penanggung Jawab Teras Negeriku, Harry Yassir Elhadidy Siregar.

Ia menyampaikan kenapa Bali? Karena Bali itu destinasi wisata yang isunya banyak sekali dan pergerakan isunya sangat dinamis, di mana anak-anak mudanya di sini bisa membuat informasi yang positif terkait Bali khususnya untuk disampaikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: LAWAN Bullying di Medsos! Bupati Tamba Ajak Gen Z Perbanyak Konten Positif dan Edukatif

Dan pada kegiatan ini pihaknya menghadirkan sosok content creator traveler, Amalia Tambunan yang juga sebagai MC dan TV Host.

Amalia Tambunan berbagi pengalamannya menjadi content creator dalam beberapa tahun belakangan ini dan dia hanya menggunakan handphone untuk memproduksi video-videonya diunggah ke sosial media miliknya.

"Untuk narasumbernya kita cari yang memang expert di bidangnya dengan Amalia kita ingin beliau mengajari tentang produksi konten karena beliau tidak hanya sekedar content creator tapi juga dia mantan Miss Global Indonesia 2020, MC dan dia juga traveler. Karena latar belakangnya banyak jadi bisa mengajarkan anak-anak muda Bali ini buat konten di berbagai isu," jelas Harry Yassir.

Ia menambahkan bahwa pendekatan program ini adalah soft approach dengan target utama gen Z. 

Menurutnya, banyak anak muda yang saat ini aktif menggunakan media sosial, sehingga penting untuk menyampaikan kinerja pemerintah melalui konten digital yang menarik.

“Kami ingin berkolaborasi dengan anak-anak muda di berbagai daerah untuk mendorong mereka agar tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga memproduksi informasi yang positif,” ungkap Harry, Yassir.

Ia mengungkapkan, untuk fokus utama di Bali adalah mengangkat kearifan lokal serta dinamika pariwisata yang ada, agar dapat menjadi konten edukatif bagi masyarakat di luar Bali.

Salah satu contoh kolaborasi yang dilakukan adalah melalui pelatihan penggunaan kain tradisional saat menggelar kegiatan di Kota Yogyakarta.

Sementara di Bali, katanya program ini mendorong anak muda untuk membuat konten yang menonjolkan keunikan lokal, seperti keindahan terasering dan budaya masyarakat Bali.

Dan khusus untuk di Bali para gen Z diminta untuk membuat sebuah konten video berdurasi singkat dari membuat canang (sesaji untuk sembahyang umat Hindu Bali).

"Di Bali kita pilih canang sebagai kearifan lokal Bali, mungkin orang lihat canang ini biasa saja tapi bisa menjadi sumber informasi dan menjadi sumber edukasi di luar Bali," ucap Harry Yassir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved