10 Tahun Pemerintahan Jokowi
WARGA Senang Ada Shortcut Singaraja-Mengwitani, Nyaman, Cepat, Harapkan Pembangunan Hingga Titik 12!
Salah satunya pembangunan jalan pintas (shortcut) Singaraja - Mengwitani yang sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berbagai pembangunan infrastruktur berhasil direalisasikan pada 10 tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Salah satunya pembangunan jalan pintas (shortcut) Singaraja - Mengwitani yang sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
Diketahui, shortcut Singaraja-Mengwitani dibangun sejak tahun 2018, dengan menelan biaya sebesar Rp396,7 miliar. Proyek yang diresmikan langsung Presiden Joko Widodo itu terbukti memiliki banyak manfaat.
Misalnya mengurangi jarak sebesar 0,87 kilometer, mengurangi waktu tempuh hingga 45 menit, dan mengurangi jumlah tikungan dari sebelumnya sebanyak 50 titik menjadi 9 titik.
Baca juga: Pj Gubernur Bali Perintahkan Kominfo Siapkan Website Soft Launching Ke Turyapada Tower di Buleleng
Baca juga: Masyarakat Kerambitan Bulatkan Tekad Dukung Paslon Sanjaya-Dirga dan Koster-Giri di Pilkada 2024
Tak hanya itu, jalan pintas sepanjang 5,68 kilometer ini juga mengurangi tingkat kelandaian menjadi maksimal 6 persen.
Sebelumnya, tingkat kelandaian maksimal pada jalan eksisting ruas Jalan Mengwitani-Singaraja adalah sebesar 27 persen.
Saat ini proyek shortcut Singaraja-Mengwitani tinggal menyelesaikan titik 7D dan 7E. Di mana pengerjaan proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024.
Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah III Provinsi Bali, Noor Fachrie mengungkapkan, progres pembangunan saat ini sudah mencapai 82,24 persen.
Pihaknya terus mengebut pembangunan agar selesai tepat waktu. "Sekarang sedang fokus selesaikan bagian bangunan atas jembatan," ungkapnya, Jumat (11/10/2024)
Fachrie menambahkan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses pengerjaan. Sebab pihaknya selalu melakukan upaya mitigasi, sehingga kendala yang terjadi bisa segera diantisipasi.
Di sisi lain, keberadaan shortcut Singaraja-Mengwitani sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Salah satunya Farah Febriana.
Perempuan 24 tahun ini beberapa kali kerap ke Buleleng untuk menemui kekasihnya. Tak dipungkiri dengan adanya shortcut Singaraja - Mengwitani, jarak tempuh dari Kecamatan Kediri, Tabanan ke Buleleng lebih dekat.
"Dulu sebelum ada shortcut, kalau mau ke Singaraja butuh waktu 2,5 jam sampai 3 jam. Itu sudah sama istirahat. Kalau sekarang jarak tempuhnya kurang dari 2 jam," ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Gede Audrey Vey Nugraha. Ia mengaku kerap kali pergi-pulang Buleleng-Denpasar untuk mengunjungi adiknya yang kuliah di salah satu kampus di Denpasar.
Bagi dia, keberadaan shortcut Singaraja - Mengwitani sangat membantu. Sebab perjalanan dari Singaraja hingga Terminal Ubung, membutuhkan waktu kurang dari 2 jam dengan kecepatan rata-rata 50 kilometer per jam.
| Masih Didorong Sektor Pariwisata, BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Bali Dalam 10 Tahun Terakhir |
|
|---|
| BPS Bali Catat Ekonomi Bali Tumbuh Baik 10 Tahun Terakhir, Alami Tren Peningkatan Setelah Covid |
|
|---|
| Dispar Bali Akui Dampak Positif Penggunaan Palapa Ring Untuk Akses Pariwisata |
|
|---|
| 10 Tahun Jokowi Memimpin, Infrastruktur Bandara Ngurah Rai Dikembangkan untuk Tingkatkan Kenyamanan |
|
|---|
| BMTH Dibangun di Pelabuhan Benoa, Bali Jadi Jangkar Pariwisata Maritim Indonesia, Surga Yacht Baru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/av-sbdndfrtn.jpg)