Pilkada Badung
Jadi Jualan Saat Pilkada, Plt Bupati Beberkan Alasan Badung Krisis Air Bersih
Meski masuk kabupaten terkaya, Kabupaten Badung belum bisa menuntaskan permasalahan air bersih. Bahkan Badung Selatan masuk kategori krisis air bersih
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Jadi Jualan Saat Pilkada, Plt Bupati Beberkan Alasan Badung Krisis Air Bersih, Suiasa: Jangan Muluk-Muluklah
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Meski masuk kabupaten terkaya, Kabupaten Badung belum bisa menuntaskan permasalahan air bersih.
Bahkan Badung Selatan masuk kategori krisis air bersih.
Mirisnya, kondisi krisis air bersih yang terjadi di beberapa kawasan di Kabupaten Badung seolah menjadi jualan para calon Kepala daerah (Cakada) termasuk calon Bupati Badung dan wakil Bupati Badung pada pilkada serentak 2024.
Baca juga: Pilkada Klungkung Akan Dilakukan Rabu 27 November 2024, Paket Jaya Sebut Ada Makna Khusus
Padahal kendalanya sudah jelas, yakni belum tersedianya pasokan air baku.
Plt Bupati Badung I Ketut Suiasa pun memberikan tanggapan terkait masalah air bersih itu.
Menurut Suiasa, permasalahan air di Kabupaten Badung cukup fundamental.
Pertama, Kabupaten Badung tidak memiliki sumber air sendiri yang bisa dikelola secara mandiri.
Baca juga: Forkompinda Jembrana Mantapkan Stabilitas Selama Pilkada 2024, Bahas Potensi Kerawanan Diantisipasi
Bahkan sumber air estuari dam itu adalah milik dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida, juga sumber air Peguyangan dan Yeh Penet juga bukan milik dari kabupaten Badung.
"Karena ketersedian air baku yang terbatas, sehingga kini Badung hanya memiliki sebanyak 750 liter per detik," ujarnya Senin 14 Oktober 2024.
Diakui jumlah itu setelah ada tambahan 250 liter per detik.
Itu pun masih belum cukup sehingga tidak bisa menyediakan air ke wilayah selatan.
Baca juga: Ramai Isu ASN Tidak Netral di Pilkada Karangasem, Sekda Siap Layangkan Sanksi
Meskipun akan ada penambahan 500 liter per detik dari bendungan Sidan jika sudah beroperasi.
"Jadi setelah bendungan selesai, baru ada sumber air baru yang disalurkan. Sehingga debit air meningkat dari yang sekarang," jelasnya.
Selain itu, persoalan lain khususnya seperti daerah di wilayah Kuta Selatan yang perbukitan. Sehingga perlu kerja ekstra untuk memberikan layanan air bersih ke wilayah tersebut.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.