Sulinggih Diusik Kembang Api

Klarifikasi Polsek Kuta Utara Soal Pesta Kembang Api, Finns Beach Club Disebut Sudah Minta Maaf

Kapolsek Kuta Utara AKP Yusuf Dwi Admojo saat dikonfirmasi mengakui jika pihaknya melakukan klarifikasi dengan mempertemukan semua pihak.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Kartika Viktriani
istimewa
Polsek Kuta Utara saat melakukan klarifikasi terkait peletusan kembang api pada Rabu 16 Oktober 2024 - Klarifikasi Polsek Kuta Utara Soal Pesta Kembang Api, Finns Beach Club Disebut Sudah Minta Maaf 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Setelah ramai diperbincangkan di media sosial, aparat kepolisian Polsek Kuta Utara langsung melakukan klarifikasi terkait pesta kembang api yang dilaksanakan Finns Beach Club saat umat hindu melaksanakan upacara di Pantai Berawa.

Klarifikasi pun dilakukan dengan memanggil pihak terkait pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Kapolsek Kuta Utara AKP Yusuf Dwi Admojo saat dikonfirmasi mengakui jika pihaknya melakukan klarifikasi dengan mempertemukan semua pihak.

Diakui ada beberapa pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangan seperti Perwakilan Desa Adat, Desa Dinas, Manajemen Finns Beach, warga yang upload video hingga perwakilan warga yang melakukan upacara keagamaan.

"Jadi masalahnya sudah selesai. Bahkan semua itu hanya mis komunikasi," ujarnya saat dikonfirmasi.

Disebutkan ada beberapa hal yanh sudah disepakati seperti kegiatan adat harus berjalan termasuk dengan kegiatan pariwisata. Hanya saja harus menghormati antar sesama.

Baca juga: Kontroversi Pesta Kembang Api di Pantai Berawa: Beach Club Punya Ijin, Masyarakat Tak Bisa Protes

"Misalkan kejadian kemarin, kalau ada upacara adat, bisa digeser jam peluncuran kembang apinya. Atau jika ada kegiatan keagamaan musiknya dikurangi volumenya," ucapnya 

Selain itu kedepan diharapkan kejadian itu tidak akan terulang kembali.

Sehingga membuat situasi tidak kondusif.

"Pada pertemuan tadi, pihak Finns Beach Club sudah meminta maaf akan kejadian tersebut," bebernya.

Lebih lanjut dijelaskan, masyarakat yang mengupload momen itu sebenarnya tujuannya ingin melihatkan jika kegiatan keagamaan berjalan bersama dengan pariwisata.

Hanya saja pendapat masyarakat berbeda-beda.

"Jadi agar tidak panjang, sudah ada kesepakatan antara mereka," imbuhnya. 

Sebelumnya, Video yang memperlihatkan upacara umat hindu di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Badung menjadi perhatian publik khususnya masyarakat Bali.

Pasalnya saat yang sama juga ada pesta kembang api tepat di sebelah upacara agama yang dilaksanakan.

Mirisnya lagi sejumlah umat yang melakukan upacara agama sampai terkejut dan ada yang melihatkan ekspresi takut karena adanya kembang api yang diluncurkan dari pantai.

Video dengan durasi 01.08 detik memperlihatkan seorang pendeta sedang memimpin upacara dan sejumlah orang sedang melakukan persiapan persembahyangan.

Tidak lama, kembang api pun diluncurkan dan terdengar suara musik yang keras serta teriakan-teriakan yang diduga berasal dari salah satu beach club yang ada di sekitar lokasi.

Ternyata video itu terjadi Pantai Berawa pada Senin 14 Oktober 2024 malam.

Saat itu warga dari Banjar Tegal Gundul sedang melaksanakan Upacara Mendak Dewata Dewati.

Bahkan Letupan Kembang api dilakukan pukul 18.55 - 19.00 Wita. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved