Viral Bali
Kontroversi Pesta Kembang Api Beach Klub di Pantai Berawa, Belum Ada Tokoh Bali Dipanggil Prabowo
Kabar berita terhangat Bali pertama terkait munculnya keluhan warga soal pesta kembang api di salah satu beach club di Pantai Berawa Kuta Utara.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM – Berikut dua berita terhangat Bali sepanjang 24 jam terakhir yang tengah menjadi perbincangan publik di Pulau Dewata, Rabu, 16 Oktober 2024.
Kabar berita terhangat Bali pertama terkait munculnya keluhan warga soal pesta kembang api di salah satu beach club di Pantai Berawa Kuta Utara.
Selain itu, kabar berita terhangat Bali selanjutnya mengulas soal situasi politik nasional khususnya sorotan calon menteri di kabinet Presiden terpilih Prabowo Subianto periode 2024-2029.
Baca juga: Viral Bali: Kebakaran di Lerang Gunung Agung, 2 Pria Asal Sumba Nyaris Bertikai Bawa Sajam di Kuta
Pasalnya, hingga Selasa 15 Oktober 2024 kemarin, belum ada nama tokoh atau putra terbaik dari Bali yang dipanggil Prabowo Subianto ke Kertanegara, Jakarta.
Berikut ulasan berita terhangat Bali selengkapnya dihimpun oleh redaksi Tribun Bali:
Pesta kembang api yang dilakukan salah satu beach club di Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali sudah dikeluhkan oleh warga.
Pasalnya pesta kembang api tidak hanya dilakukan saat ada event saja, namun berkali-kali.
Bahkan pihak desa adat, maupun banjar Berawa yang merupakan banjar pendamping, sempat melakukan rapat terkait hal itu.
Namun tidak mendapat solusi karena izin peluncuran kembang api selalu dikantongi.
Kelian Adat Berawa I Wayan Kumarayasa mengatakan pihaknya dari Banjar Adat dan Desa Adat Berawa pernah menggelar rapat terkait pesta kembang api yang dilakukan.
Mengingat saat itu pihak manajemen beach club menginginkan setiap hari melakukan pesta kembang api itu.
“Kami sebagai pendamping, masyarakat Banjar Berawa dan Desa Adat berawa tidak mengizinkan setiap hari. Hanya kami izinkan sewaktu-waktu saja, misalkan saat ada event atau acara khusus,” ucapnya.
Baca juga: Viral Video Kembang Api Saat Sulinggih Sedang Mapuja, Diduga di Pantai Berawa, PHDI Bali Telusuri
Namun kenyataannya di lapangan, meski pihak desa tidak memberikan izin untuk peluncuran atau pesta kembang api, namun pelaksanaan pesta kembang api selalu ada.
Pihaknya pun mengaku sangat berbenturan terus dengan masyarakat, mengingat ada warganya yang selalu mengeluhkan akan hal itu.
“Meski kami tidak memberikan izin, namun izin itu keluar dari aparat kepolisian. Sehingga kami di bawah tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.
Selaku prajuru adat, pihaknya mengaku sudah pernah menyampaikan keluhan-keluhan masyarakat terkait pelaksanaan pesta kembang api.
Namun terus terjadi dan pihak beach club selalu memperoleh izin.
“Meski kita mengeluhkan, namun saat ditanya kita disodorkan izin, kan tidak bisa berbuat banyak juga di bawah,” imbuhnya.
Sementara pihak manajemen beach club belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu.
Saat dicoba dihubungi via whatsapp diminta melaporkan keluhan melalui email.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak beach club belum memberikan penjelasan secara resmi.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan upacara umat hindu di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng Badung menjadi perhatian publik, khususnya masyarakat Bali.
Pasalnya saat yang sama juga ada pesta kembang api tepat di sebelah upacara agama yang dilaksanakan.
Mirisnya lagi sejumlah umat yang melakukan upacara agama sampai terkejut dan ada yang melihatkan ekspresi takut karena adanya kembang api yang diluncurkan dari pantai.
Video dengan durasi 01.08 detik memperlihatkan seorang pendeta sedang memimpin upacara dan sejumlah orang sedang melakukan persiapan persembahyangan.
Tidak lama, kembang api pun diluncurkan dan terdengar suara musik yang keras serta teriakan-teriakan yang berasal dari beach club tersebut.
Baca juga: Viral Bali: Kebakaran di Lerang Gunung Agung, 2 Pria Asal Sumba Nyaris Bertikai Bawa Sajam di Kuta
Belum ada tokoh dari Bali dipanggil Prabowo
Sebanyak 49 orang tokoh baik dari partai politik maupun dari kalangan profesional sudah dipanggil Presiden terpilih, Prabowo Subianto sebelum pelantikan.
Dari 49 orang ini, digadang-gadang akan menjadi menteri yang akan mendampingi kepemimpinan Prabowo dan Gibran.
Namun sampai Selasa, 15 Oktober 2024, belum ada tokoh dari Bali yang dipanggil ke rumah Prabowo di Kertanegara Jakarta.
Banyak yang berspekulasi juga tak ada orang Bali yang akan menduduki jabatan menteri di era Prabowo-Gibran.
Namun, pengamat politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), I Nyoman Subanda menyebut kemungkinan menteri dari Bali masih ada.
Dan ia berharap jika ada menteri dari Bali, ada menteri yang memang profesional dan bukan karena partai atau pun untuk melengkapi kuota.
Meskipun nantinya tak ada menteri dari Bali, menurutnya, kementerian di Kabinet Prabowo-Gibran memang diisi oleh orang berkompeten yang memang untuk kepentingan bangsa.
Subanda mengatakan, saat ini Prabowo masih belum dilantik dan baru menjadi Presiden terpilih.
Namun ia ingin membentuk kabinet dari awal dengan langkah lebih maju dari tradisi sebelum-sebelumnya.
"Selama ini dilantik dulu baru dipanggil. Sekarang proses pemanggilan berbeda, lebih cepat dan lebih mendahului," katanya.
Apalagi menurut rencana, sehari setelah pelantikan Presiden pada 20 Oktober akan dilangsungkan pelantikan menteri.
Namun Subanda mengatakan, meskipun sudah ada 49 nama yang dipanggil, belum tentu semuanya akan menjadi menteri.
Karena saat era Jokowi, ada tokoh yang dipanggil, namun kemudian tak menjadi menteri seperti contohnya Maruarar Sirait yang kini juga dipanggil Prabowo ke Kertanegara.
Namun ada juga yang optimis akan jadi menteri seperti Sri Mulyani, hingga Yusril Izha Mahendra.
"Yang dipanggil belum tentu jadi, namun kecenderungan akan dipilih jadi menteri iya," paparnya saat dihubungi, Selasa 18 Oktober 2024.
Dirinya mengatakan, terlalu dini untuk menyimpulkan orang Bali tidak diakomodir dalam Kabinet Prabowo.
Karena selain menteri, masih ada juga jabatan wakil menteri, Dirut BUMN, hingga Badan.
Apalagi belum diketahui juga bagaimana struktur pemerintahan kali ini, apakah akan ada pembengkakan Departemen atau justru ada perampingan.
"Kalau memang benar-benar sudah dilantik tidak ada orang Bali, mungkin Prabowo punya sesuatu alasan," katanya.
Dirinya pun mengatakan, jika tak dapat kursi menteri, bukan berarti Bali tak dipandang.
Meskipun selama ini, dalam sejarah kepemimpinan dari Orde Baru hingga Presiden Jokowi selalu ada orang Bali yang jadi menteri.
Namun ia melihat ketika era Megawati Soekarnoputri sampai Jokowi ada unsur politis yang lebih dominan dalam penentuan menteri ini.
"Sebetulnya, bagi orang Bali saya ingin orang Bali diakomodir bukan karena politik, namun berdasarkan profesionalismenya. Tidak hanya pelengkap, lalu disindir atau dibully karena dianggap tidak baik, kemudian di tengah jalan kena reshuffle, kan kita tidak bangga," katanya.
"Kalau objektif melihat lebih terbuka, Indonesia tidak hanya berpikir Bali, tapi seluruh rakyat Indonesia. Saya sebetulnya ingin profesional diisi figur kompeten di bidangnya, sehingga berjalan maksimal," imbuhnya.
Untuk di Bali, dirinya menyebut ada banyak tokoh yang profesional dan kompeten seperti Made Mangku Pastika yang sudah berpengalaman di bidang eksekutif dan legislatif, kemudian ada I Nyoman Cantiasa hingga Ari Dwipayana yang sudah malang melintang di pemerintahan Jokowi selama 10 tahun.
"Kalau toh diadopsi bukan karena politik dan menghibur. Namun kemungkina masih ada, bisa saja detik-detik terakhir (ada orang Bali)," katanya. (*)
Bali
pesta kembang api
beach club di Pantai Berawa
Kuta Utara
Badung
Prabowo Subianto
Gibran Rakabuming Raka
Made Mangku Pastika
I Nyoman Cantiasa
Ari Dwipayana
VIRAL Pemancing Temukan Mayat Perempuan di Waturenggong Denpasar Bali, Begini Kata Keluarga Korban |
![]() |
---|
VIRAL Komplotan Wanita Spesialis Pencurian Toko di Bali, Sudah Beraksi di 5 TKP |
![]() |
---|
VIRAL Geger Dugaan Penculikan Anak Bule di Serangan Denpasar Bali, Ternyata Dibawa Ayah Kandung |
![]() |
---|
VIRAL Toni Dan Cucunya Alami Kecelakaan Tunggal Saat Melintas di Desa Penyabangan Buleleng Bali |
![]() |
---|
TIDAK Ada Koloni Rusia di Danau Buyan, Satpol PP Buleleng Sudah Cek Lokasi Usai Viral di Sosmed |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.