Pilkada Buleleng
Malam Ini Debat Perdana Pilkada Buleleng, Sugawa-Suardana vs Sutjidra-Supriatna Adu Gagasan
KPU Buleleng telah menjadwalkan tiga kali debat terbuka untuk tahapan kampanye pemilihan Bupati-Wakil Bupati Buleleng tahun 2024.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Digelar debat perdana Pilkada Buleleng, malam ini, pukul 19.00 - 21.00 Wita, Rabu 23 Oktober 2024.
Debat melibatkan dua pasangan calon (paslon) yang akan bertarung memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng periode 2025-2030.
Kedua paslon masing-masing nomor urut 1 Nyoman Sugawa Korry-Gede Suardana, dan nomor urut 2 Nyoman Sutjidra-Gede Supriatna.
Kedua paslon dalam debat perdana ini bakal beradu program dan gagasan tentang berbagai permasalahan di Kabupaten Buleleng.
Baca juga: SIMAK Syarat Pindah Memilih ke Denpasar di Pilkada 2024
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng telah menjadwalkan tiga kali debat terbuka untuk tahapan kampanye pemilihan Bupati-Wakil Bupati Buleleng tahun 2024.
Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, saat dikonfirmasi mengungkapkan, debat pertama dimulai dari tanggal 23 Oktober 2024, debat kedua pada 12 November 2024, dan debat ketiga pada 20 November 2024.
"Untuk pelaksanaan debat seluruhnya dilaksanakan di Hotel Banyualit. Pelaksanaan debat disiarkan secara live di TVRI," ungkapnya.
Ada enam tema/topik yang disiapkan dalam debat.
Enam tema tersebut meliputi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyelaraskan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten/kota dan provinsi dengan nasional, serta memperkokoh NKRI dan Kebangsaan.
"Nanti masing-masing segmen, atau masing-masing debat, baik pertama, kedua, ketiga mengambil dari enam tema ini. Jadi nanti dua tema diambil dari setiap tahapan debat," jelasnya.
Dudhi mengatakan, dari enam tema tersebut pihaknya juga telah mengakomodir usulan KONI Buleleng.
Yakni untuk memasukkan materi soal komitmen memajukan olahraga Buleleng.
"Itu sudah masuk dalam penjabaran materi," katanya.
Ada lima panelis dalam setiap debat. Panelis tersebut dari kalangan akademisi hingga tokoh masyarakat.
Dipilihnya lima panelis dari unsur ini berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang telah disampaikan.
"Yang menilai kepantasan panelis tersebut adalah kami di KPU. Sedangkan siapa saja panelisnya, mohon maaf tidak bisa kami publish," tegasnya.
Dalam kegiatan debat pihaknya mengundang 50 pendukung dari masing-masing paslon.
Undangan lainnya juga dibatasi hanya 50 orang saja.
"Jadi di dalam gedung itu hanya ada 150 orang saja," ucapnya.
Mengenai langkah-langkah antisipasi untuk keriuhan, Dudhi mengatakan ada tata tertib yang harus diikuti.
Oleh sebab itu pihaknya telah mengundang pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan debat, sehingga pelaksanaan debat bisa berjalan dengan lancar.
"Kita diskusi dengan tim pemenangan masing-masing Paslon, kita sampaikan tata tertibnya. Termasuk juga dari pihak pengamanan, hotel yang menyediakan tempat, juga sudah sama-sama siap dalam melakukan debat ini. Untuk yang tidak boleh dibawa, tentunya alat peraga kampanye, kecuali yang melekat di badan," tandasnya. (mer)

Kumpulan Artikel Pilkada Buleleng
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.