Pilkada Bali 2024
Debat Pilgub Bali, Koster-Giri Sebut Turyapada Tower Beroperasi 2026, Hasilkan 100 Miliar Per Tahun
Keterbatasan PAD ini berdampak pada pembangunan infrastruktur dan sektor-sektor lain yang terhambat untuk berkembang secara progresif.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wayan Koster dari Paslon 01 Koster-Giri menyebut pemerintah Provinsi Bali menghadapi tantangan dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama lima tahun terakhir.
Hal itu ia sampaikan dalam debat Pilgub Bali kedua, Sabtu 9 November 2024.
Koster mengatakan, data menunjukkan bahwa PAD Bali berkisar di angka Rp 4,6 triliun dari tahun 2019 hingga 2023, yang mencerminkan kondisi stagnan tanpa peningkatan yang signifikan.
Selain itu, Bali memperoleh dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp 2 triliun per tahun, sehingga total pendapatan daerah dalam APBD mencapai sekitar Rp 6,6 triliun.
Baca juga: Semeton Pande Buleleng Komitmen Dukung dan Menangkan Sutjidra-Supriatna di Pilkada Bali 2024
Keterbatasan PAD ini berdampak pada pembangunan infrastruktur dan sektor-sektor lain yang terhambat untuk berkembang secara progresif.
Sebagai respons terhadap keterbatasan tersebut, pemerintah Bali mengupayakan inovasi sumber-sumber PAD baru yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).
Salah satunya adalah pengenaan pungutan wisatawan asing yang akan diterapkan mulai 14 Februari 2024 sesuai Perda Nomor 6 Tahun 2023.
Selain itu, Perda Nomor 7 Tahun 2023 mengatur kontribusi untuk perlindungan kebudayaan dan lingkungan alam.
Pemerintah Bali juga mengelola Dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2023.
Pengoperasian Kawasan Pariwisata Turyapada Tower mulai 2026, diharapkan menjadi daya tarik wisata baru sekaligus sumber pendapatan tambahan minimal Rp 100 miliar per tahun.
"Selain itu, Bali Development Fund (BDF) didirikan sebagai lembaga yang berperan dalam pengumpulan dana non-konvensional dari donor negara-negara lain dan filantropi berbagai lembaga sosial internasional," katanya.
Untuk mewujudkan Bali yang lebih maju dan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Bali memperkenalkan konsep Kolaborasi Pentahelix.
Kolaborasi ini melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media.
Sinergi dari lima elemen ini diharapkan dapat mendukung percepatan dan optimalisasi pembangunan Bali.
Beberapa lembaga penting yang diharapkan mendukung upaya ini antara lain Badan Pengelola Pariwisata Bali, Badan Pengelola Pangan Bali, Badan Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Digital, serta Badan Pengembangan Energi Baru Terbarukan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.