Pilkada Bali 2024

Panas Debat Pilgub Bali Mulia-PAS VS Koster-Giri Tentang Piala Dunia U20 hingga Senggol Ketua Partai

Tanya jawab antar Paslon pada debat Pilgub Bali kedua pada Sabtu, 9 November 2024 berlangsung panas.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
Debat kedua Pilgub Bali 2024 berlangsung di Meru, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu 9 November 2024. Panas Debat Pilgub Bali Mulia-PAS VS Koster-Giri Tentang Piala Dunia U20 hingga Senggol Ketua Partai 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tanya jawab antar Paslon pada debat Pilgub Bali kedua pada Sabtu, 9 November 2024 berlangsung panas.

Hal ini bermula dari pertanyaan Calon Gubernur Bali 01 Made Muliawan Arya kepada Paslon 02 Koster-Giri.

Made Muliawan Arya bertanya apakah nanti Paslon 02 akan ikuti kebijakan pemerintah pusat apa kebijakan ketua partai.

Baca juga: Politik di Bali Sepekan: Kasus Guru ASN Dukung Paslon - Hanya Satu Paslon Turunkan APK Sendiri 

Karena selama ini, menurut De Gadjah, Paslon 02 kerap ikut kebijakan ketua partai yang dalam hal ini adalah Megawati Soekarnoputri.

Menanggapi hal itu, Wayan Koster dari Paslon 02 mengatakan, pihaknya akan patuh pada kebijakan pemerintah pusat.

"Tapi yang tidak merusak lingkungan alam dan budaya Bali," kata Koster.

Koster juga menambahkan pihaknya akan melakukan inovasi untuk memperoleh pendapatan daerah tambahan agar tidak tergantung APBN karena jumlahnya terbatas.

Saat ini sudah ada pendapatan tambahan dari pungutan wisatawan asing sebesar Rp 150 ribu.

Yang jika dilaksanakan maksimal, selama satu tahun akan memperoleh Rp 1 triliun lebih.

Juga akan memberdayakan Bali Development Fund dan sudah ada kerjasama dengan Amerika Serikat dengan memberikan 135 juta dolar atau Rp 2 triliun untuk membangun transportasi ramah lingkungan di Bali.

"Termasuk charging kalau kendaraan butuh tambahan energi. Apalagi daerah wisata full ramah lingkungan," katanya.

Baca juga: Debat Pilgub Bali Kedua: Koster-Giri Program Pipanisasi, Mulia-PAS Ubah Air Laut Jadi Air Tawar

Termasuk nantinya dalam pembangunan PLTS akan didanai dari hibah tersebut.

Menanggapi jawaban Koster, De Gadjah menyebut jawaban itu hanyalah untuk berkilah saja.

"Rekam jejak Paslon 2 pernah menolak Piala Dunia U20. Dan itu sebuah pembangkangan," kata De Gadjah.

De Gadjah menambahkan, sebelumnya ada event internasional yang melibatkan Israel namun tak ada penolakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved