Pilkada Gianyar
RICUH! Pendukung Kedua Paslon di Debat Pilkada Gianyar, Provokasi Aksi Rompi Tahanan Kubu Kata
Kapolres Gianyar, AKBP Umar menceritakan, saat itu ia berada di lokasi debat. Kata dia, gesekan tersebut terjadi karena tersulut emosi yang sesaat.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Debat pamungkas Pilkada Gianyar, ricuh, Kamis (21/11) malam. Pemicunya aksi mengenakan rompi tahanan yang dilakukan sejumlah pendukung pasangan calon (paslon) Anak Agung Ngurah Kakarsana dan I Wayan Tagel Arjana (Kata).
Aksi ini memprovokasi pendukung paslon I Made Agus Mahayastra dan Anak Agung Gede Mayun (Aman). Ketegangan masing-masing pendukung paslon dalam debat yang berlangsung di Ballroom Prime Plaza Hotel Sanur ini tak bisa dihindari.
Kapolres Gianyar, AKBP Umar menceritakan, saat itu ia berada di lokasi debat. Kata dia, gesekan tersebut terjadi karena tersulut emosi yang sesaat. Ia dan jajarannya meredam suasana panas para pendukung.
Kata Umar, pendukung saling teriak yel-yel. Moderator memperingati agar mereka tenang. "Hanya teriakan, tidak ada tindakan. Sudah kami pertemukan saat itu juga di belakang, mereka menyadari itu emosi sesaat dan kesalahpahaman," ujar Umar, Jumat (22/11).
Baca juga: Koster-Giri Bisa Menang di Atas 60 Persen di Karangasem, Yowana Terinspirasi Figur Wayan Koster
Baca juga: Sosok Komang Budi Arcana, Maju Jadi Wakil Bupati di Sulbar, Pernah Sekolah di Kesiman & Buleleng
Tanda-tanda kericuhan bermula saat pembawa acara memanggil kedua paslon untuk naik ke panggung debat. Saat Paket Aman dipanggil, pendukung paslon Kata berdiri melakukan aksi memakai rompi oranye.
Seperti diketahui, rompi oranye dikenal sebagai pakaian tahanan pelanggar hukum. Tidak diketahui apa maksud dari kubu Kata melakukan hal ini. Namun hal tersebut dianggap provokasi dan memancing emosi kubu Aman.
Belum lagi, saat sesi debat, Agung Kakarsana pun menyindir Paket Aman melalui kritiknya terkait kinerja Paket Aman saat menjabat Bupati dan Wakil Bupati Gianyar periode 2018-2023. Pembangunan yang dilakukan Aman tidak merata dan tidak dirasakan oleh masyarakat.
Suasana tegang saat kedua pihak pendukung saling jual beli teriakan, yel-yel dan sejumlah sindiran-sindiran. Puncak ketegangan terjadi ketika sesi keempat debat, beberapa pendukung keluar dari batas lalu saling dorong dan mencekik kerah baju di luar ruangan debat.
Kata-kata ancaman pun keluar, namun tidak sampai terjadi baku hantam. Umar mengaku sudah mengantisipasi hal ini. Ia menugaskan 150 personel dalam menjaga acara debat. Dari total tersebut, 135 orang dari Polres Gianyar dan 15 orang dari Brimobda Polda Bali.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Paket Aman, I Ketut Sudarsana, menanggapi kisruh yang terjadi saat acara debat Pilkada Gianyar 2024 yang diselenggarakan KPU Gianyar. Ketua DPRD Gianyar ini menilai, pendukung Paket Kata sengaja memantik kekisruhan.
Ia mengatakan, ini terjadi karena paslon yang mereka dukung tidak memiliki kematangan dalam debat. Sudarsana menduga, skenario provokasi ini sudah dipersiapkan namun ternyata berakhir sia-sia.
"Sebenarnya mereka sudah mempersiapkan skenario ini untuk menarik dukungan masyarakat, tapi semua sia-sia. Coba perhatikan debat kemarin hampir tidak ada visi misi dari mereka selain bicara kelemahan pemerintahan Aman yang tanpa dasar dan data," ujar Tut Sana, sapaannya.
Sana menilai, serangan yang dilancarkan Pajet Kata tendensius. "Semua serangan dari mereka seperti senjata makan tuan, bunuh diri. Dia coba angkat isu arogan tetapi video gambar tidak nyambung, ternyata dia maju tanpa perencanaan yang matang dan visi misi tidak ada," kritik Sana.
Sana bilang, paslon Paket Kata terkesan tidak memiliki bekal kemampuan dalam Pilkada Gianyar 2024 ini. "Apa yang dia akan rancang dan kerjakan tidak jelas. Kami bersyukur kader kami ikut menjaga situasi tetap kondusif, meskipun mereka (lawan) terus memprovokasi setiap paslon kami bicara," ujar Sana.
Terkait aksi pendukung paslon Paket Kata yang mengenakan rompi oranye, ia menilai hal tersebut bersifat provokasi. Kata dia, lantaran aparat penegak hukum menyatakan Paket Aman selama memimpin Gianyar bersih dari tindak pidana.
"Masalah rompi oranye itu bentuk provokatif biar konsentrasi kami pecah, tetapi tidak berhasil. Sudah semua cara mereka tempuh, isu ini sudah dari lama mereka mainkan, faktanya itu semua tidak berdasar dan aparat penegak hukum menyatakan klir dan memuji kinerja Paket Aman," ujar Sudarsana.
Sementara, pihak Paket Kata belum memberikan konfirmasi. Ponsel Ketua Pemenangan Paket Kata, I Kadek Era Sukadana tidak aktif. Sampai berita ini diterbitkan, pihak Paket Kata belum memberi jawaban. (weg)
MENANG Pemilu Gianyar! Mahayastra-Mayun Berhalangan, Arjana Ada Upacara, Saat KPU Lakukan Penetapan |
![]() |
---|
Besok, KPU Gianyar Umumkan Pemenang Pemilu 2024, Mahayastra: Saya Diwakilkan |
![]() |
---|
Koster Apresiasi "Tangan Dinginnya", Berikut Profil Bupati Gianyar Terpilih Agus Mahayastra |
![]() |
---|
Rapat Pleno KPU Gianyar, Paket Aman Sah Pemenang Pilkada, Raih 255.492 Suara |
![]() |
---|
Partisipasi Pilkada Di Gianyar Lebih Rendah Dari Pilpres 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.