Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Pengiriman Babi Bali ke Manado Viral di Media Sosial, Ini Kata GUPBI Bali 

Ribuan babi dari Bali dikirim untuk dijual ke luar Bali, tepatnya ke Manado – Sulawesi Utara.  Pengiriman babi yang akan dijual itu pun ramai

Tayang:
Istimewa
Tangkapan layar saat babi yang dikirim ke Manado dinaikkan ke kapal 

Pengiriman Babi Bali ke Manado Viral di Media Sosial, Ini Kata GUPBI Bali 

 
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Ribuan babi dari Bali dikirim untuk dijual ke luar Bali, tepatnya ke Manado – Sulawesi Utara.  

Pengiriman babi yang akan dijual itu pun ramai di media sosial.

Pada video itu memperlihatkan pemindahan babi hidup ke sebuah kapal.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Bali 23 September Sebelum Penampahan Galungan, Daging Babi, Beras dan Cabai

Babi yang berasal dari peternak di Bali itu bakal dikirim ke Manado -  Sulawesi Utara.

Sayangnya informasi di masyarakat berbeda-beda, pasalnya ada yang menduga pemgiriman babi keluar mempengaruhi harga babi di Bali yang cendrung melambung tinggi.

Selain itu jika Manado membutuhkan babi yang sangat banyak, juga dipertanyakan mengapa masyarakat di Sulawesi Utara tidak memelihara babi.

Baca juga: Suyadinata Bagikan 20 Ton Daging Babi Kepada Masyarakat Badung

Ketua Gabung Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali, Ketut Hari Suyasa yang dikonfirmasi Selasa 2 Februari 2024 membenarkan informasi tersebut. 

Pihaknya mengakui jika video yang ramai di media sosial itu adalah pengiriman babi ke Sulawesi, khususnya Manado.

"Pengiriman babi ke luar Bali itu sudah terjadi sejak bertahun-tahun khususnya ke daerah, Jakarta, Medan, Surabaya, Kalimantan dan terakhir Manado."

Baca juga: Harga Babi di Denpasar Naik Jelang Galungan, Kini Sudah Rp90 Ribu Per Kilo

"Sebelum harga naik banyak peternak jual babinya ke luar," ucap Ketut Heri Suyasa.

Pihaknya menambahkan, babi Bali sempat dikirim ke NTT, namun belakangan disetop karena kasus PMK. 

Tidak menutup kemungkinan peternak di Bali juga mencari akses pasar agar bisa menjual babi dengan jumlah banyak.

"Dulu sejumlah peternak besar di Bali sudah mengirim-ngirim babinya ke luar. Bahkan sempat terkendala waktu PMK, babi tidak bisa dikirim, termasuk babi luar tidak bisa dibawa ke Bali," bebernya.

Baca juga: Bupati Gede Dana Sidak Pasar, Harga Daging Babi di Karangasem Capai Rp100 Ribu Per Kilo

Diakui, pengiriman babi ke Sulawesi itu berawal dari setahun lalu, di mana ternak babi di daerah tersebut terkena virus.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved