Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilkada Badung

Suyadinata Bagikan 20 Ton Daging Babi Kepada Masyarakat Badung

Dalam pembagian daging babi ini pun secara konsisten dilakukan oleh Wayan Suyasa sejak menjadi anggota DPRD Badung selama tiga periode.

|
ISTIMEWA
I Wayan Suyasa Saat membagikan daging babi sebanyak 20 Ton pada Minggu 22 September 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam memperingati Hari Raya Galungan, Pasangan Calon (Paslon) Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung, I Wayan Suyasa - Putu Alit Yandinata (Suyadinata) membagikan daging babi, kepada konstituennya pada Minggu 22 September 2024.

Daging babi yang diberikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung ini pun mencapai 20 ton. Namun jika nantinya Paslon Suyadinata, terpilih sebagai Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung pembagian daging babi akan diberikan secara merata kepada seluruh Kepala Keluarga (KK) Hindu di Badung.  

Dalam pembagian daging babi ini pun secara konsisten dilakukan oleh Wayan Suyasa sejak menjadi anggota DPRD Badung selama tiga periode.

Calon Bupati Badung, I Wayan Suyasa mengatakan, dalam memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan, pembagian daging babi adalah rutinitas dari Fraksi Golkar DPRD Badung.

Baca juga: Maksimal Hanya 50 Orang, Tim Pemenangan Dibatasi, KPU Jembrana Gelar Pengundian Nomor Urut Paslon

Baca juga: Masa Kampanye 58 Hari, KPU Bangli Gelar Rapat Dana Kampanye

Pembagian daging babi ini awalnya dilakukan sesuai kemampuan dirinya bersama anggota Fraksi Golkar.  “Ini juga sebagai rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan,” ujar Suyasa. 

Namun pihaknya memohon maaf program ini masih banyak yang mempertanyakan. Sebab masih ada yang belum mendapatkan daging babi.

“Seluruh umat Hindu di Badung ada sekitar 130 ribu KK, tentu kami belum mampu. Tapi jika dipercaya oleh seluruh masyarakat Badung, menjadi Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung, kami Suyadinata akan memberikan setiap KK di Badung bantuan untuk memperingati Hari suci Galungan dan Kuningan,” ungkapnya. 

Tokoh Desa Penarungan ini berharap, bukan dilihat dari jumlah babi yang diberikan. Namun tujuan program pembagian ini adalah untuk menghidupkan roda perekonomian dari peternak babi. Kemudian untuk mengedepankan asas gotong royong, melalui proses mepatung yang dilakukan oleh umat Hindu.

“Mepatung ini dilakukan di banjar, tidak berbicara lagi warna politik lagi. Ini murni untuk persatuan saat menyambut upacara Galungan dan Kuningan,” terangnya seraya berterima kasih kepada tokoh lainnya yang juga membagikan daging babi.

Dalam pembagian babi tersebut, Suyasa pun mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk menjadi Bupati Badung. Dirinya pun berpesan agar dalam perayaan Galungan dan Kuningan situasi dan kondisi tetap kondusif meski dalam hajatan Pilkada

“Di Hari Raya Suci Galungan ini, mohon yang hadir pada hari ini, krama Badung mohon jaga stabilitas, jaga situasi keamanan daerah kita yang sudah kondusif.

Mari kita merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan hati yang tulus, untuk selalu mendekatkan diri Kepada Yang Maha Pencipta, tentunya untuk memerikan rahmat dan berkahnha kepada krama Badung,” imbuhnya.(***)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved