Berita Bali

Proses Recruitment Mudah, Banyak Kendaraan Ojol Plat Non DK Beroperasi di Bali 

Proses Recruitment Mudah, Banyak Kendaraan Ojol Plat Non DK Beroperasi di Bali 

Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Suasana pengemudi ojek online ketika mengantri di McDonald's pada, Rabu (9 Juni 2021). 


Selain itu, harga yang ditawarkan oleh platform sering kali tidak masuk akal akibat persaingan harga antar-driver. "Harga di aplikasi sering kali hancur-hancuran karena adanya promo," ujarnya.

 


Fenomena ini juga diakibatkan oleh mudahnya proses rekrutmen yang dilakukan oleh penyedia platform. Menurut Sudiartha, kendaraan yang seharusnya memenuhi syarat—seperti STNK aktif, dan driver yang memiliki pengalaman serta SKCK—justru sering diabaikan.

 


“Belakangan ini rekrutmen terlalu mudah, bahkan kendaraan dari luar Bali pun bisa bergabung. Padahal, driver harus memenuhi syarat seperti memiliki SIM, SKCK, pengalaman di bidang transportasi, dan memahami pariwisata,” jelasnya.

 


Ia juga mengkritik ketergantungan driver pada aplikasi navigasi seperti Google Maps tanpa memiliki kemampuan menjelaskan objek wisata kepada wisatawan. "Banyak komplain karena mereka hanya mengandalkan Google Maps, tanpa memahami rute atau sejarah tempat wisata," katanya.

 


Sudiartha berharap pemerintah, melalui instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan kepolisian, segera melakukan pengawasan dan pengendalian lebih ketat terhadap operasional angkutan sewa khusus ini.

 


"Penindakan harus dilakukan secara langsung, termasuk memeriksa kendaraan berplat luar daerah seperti L dan H yang banyak terlihat di lapangan," tegasnya.

 


Ia juga menyarankan agar rekrutmen driver dilakukan lebih ketat melalui tes dan evaluasi sesuai standar operasional. "Kami ingin pemerintah memastikan bahwa koperasi yang mengelola driver benar-benar mengikuti aturan yang berlaku," tutupnya.

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved