Berita Klungkung

Upacara Ngider Buana di Desa Sangkanbuana Klungkung, Ungkapan Rasa Syukur & Netralisir Aura Negatif

Ratusan warga mengikuti iring-iringan ini dengan diiringi tabuhan gong baleganjur, menciptakan suasana magis yang khas.

Dok Tribun Bali
UPACARA – Krama Desa Adat Sangkanbuana, Klungkung mengikuti upacara Ngider Buana bertepatan dengan hari Kajeng Kliwon Uwudan, Sasih Keenam, Rabu (4/11). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Warga Desa Adat Sangkanbuana, Klungkung, Bali, menggelar upacara Ngider Buana, bertepatan dengan hari Kajeng Kliwon Uwudan, Sasih Keenam, Rabu 4 November 2024.

Ritual ini bertujuan untuk menetralisir aura negatif dan menjaga keharmonisan antara buana alit (mikrokosmos) dan buana agung (makrokosmos) di lingkungan desa adat tersebut. 

Rangkaian upacara dimulai di Pura Dalem Setra.

Upacara dimulai pukul 16.00 WITA dengan prosesi turunnya pralingga atau tapakan Barong, Ratu Lingsir, dan Ratu Ayu yang diusung oleh warga menuju Pura Dalem Setra (Dalem Kelod). 

Baca juga: Kalender Bali 4 Desember 2024: Buda Kliwon Matal, Baik Untuk Membuat Awig-awig/Peraturan

Ratusan warga mengikuti iring-iringan ini dengan diiringi tabuhan gong baleganjur, menciptakan suasana magis yang khas.

Setibanya di Pura Dalem Setra, ritual dilanjutkan dengan upacara pecaruan. 

Di lokasi ini, pecaruan yang dilaksanakan menggunakan sarana serba merah, termasuk wewalungan berupa bebek dan ayam, sesuai dengan arah mata angin yang menjadi konsep utama ritual.

Setelah upacara di Pura Dalem Setra selesai, prosesi Ngider Buana dilanjutkan ke Pura Dalem Pengulu, kemudian ke Pura Puseh, hingga akhirnya berakhir di Pura Bale Agung dan Pura Pucak. 

Di perempatan agung Banjar Pegending, Desa Sangkanbuana, juga digelar pecaruan sebagai bagian dari rangkaian ritual.

Bendesa Adat Sangkanbuana, I Wayan Sudiana Urip, menjelaskan bahwa upacara Ngider Buana merupakan agenda tahunan desa adat. 

Selain untuk menetralisir energi negatif, ritual ini juga dimaksudkan untuk memohon ketentraman, kesejahteraan, serta menjadi wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Sama halnya dengan upacara Nangkluk Merana, Ngider Buana bertujuan untuk menetralisir sifat-sifat negatif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di desa,” ungkap Sudiana Urip.

Menjelang akhir prosesi, warga melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Pucak dan Bale Agung. 

Sebagai penutup, warga menerima pembagian benang tridatu sebagai simbol perlindungan dan berkah dari upacara yang telah dilaksanakan. 

Upacara Ngider Buana menjadi salah satu tradisi penting bagi Desa Adat Sangkanbuana dalam menjaga keseimbangan alam serta spiritualitas warganya. (mit)

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved