Berita Bali
Perjalanan LPD Bali Selama 40 Tahun, Sempat Porak Poranda Saat Pandemi Covid-19
perayaan HUT LPD tahun ini berlangsung sederhana yang berlangsung di tengah Pemilu.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sudah berdiri sejak 1984, kini Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bali genap berusia 40 tahun.
LPD sendiri bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, mengurangi peran rentenir, dan menjaga adat serta budaya Bali.
Tentunya perjalanan selama 40 tahun ini memerlukan dukungan dari masyarakat adat (krama) menjadi sangat penting untuk keajegan atau keberlangsungan LPD di Bali.
Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si saat ditemui di Denpasar menjelaskan, perjalanan LPD selama 40 tahun tidak lepas dari tantangan.
Baca juga: VIDEO Modus Pinjaman Fiktif, Eks Ketua LPD Desa Adat Ngis Tejakula Jadi Tersangka Korupsi
Terlebih saat pandemi Covid-19 lalu yang sempat mempora-porandakan perekonomian Bali.
“Ternyata tantangan itu (Covid-19) bisa kita lalui dengan segala cara. Kita punya cadangan kita punya dana sosial. Kalau awalnya kita hanya berteori saja, saat pandemi covid-19 itu benar-benar prakteknya kita jalankan. Dan dukungan krama juga sehingga sekarang bisa terlewati,” jelasnya, Sabtu 21 Desember 2024.
Demikian dikatakannya, LPD Bali yang kini sudah berusia 40 tahun tetap semangat berkembang untuk memberikan manfaat pada penguatan seni, adat dan budaya.
Terlepas dari kurang lebih atau baik buruknya yang dihasilkan selama ini.
“Jadi yang kurang-kurang itu kami berusaha perbaiki, yang lebih itu kita tingkatkan,” terangnya.
Dikatakannya, perayaan HUT LPD tahun ini berlangsung sederhana yang berlangsung di tengah Pemilu.
Namun kesederhanaannya tidak melepaskan semangat dan solidaritas para pengurus LPD.
Demikian Cendikiawan mengatakan, prinsip penyelenggaraan LPD gabungan antara prinsip kapitalis dan sosialis.
Di mana tidak saja mencari keuntungan namun juga memberikan manfaat bagi masyarakat adat.
Hal tersebut dilihat dari 20 persen dari laba LPD yang diperuntukkan untuk pembangunan desa adat.
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.